Kerugian Diprediksi Miliaran Rupiah

Tjhai Cui Mie Tinjau Lokasi Kebakaran, Pelayanan Rumah Sakit Normal

39
POLICE LINE. Bangunan Radiologi RSUD dr Abdul Aziz Singkawang yang terbakar dipasang garis polisi, Selasa (6/3) SUHENDRA-RK
POLICE LINE. Bangunan Radiologi RSUD dr Abdul Aziz Singkawang yang terbakar dipasang garis polisi, Selasa (6/3) SUHENDRA-RK

eQuator.co.idSINGKAWANG-RK. Pasca-kebakaran, pelayanan RSUD dr Abdul Aziz Singkawang berlangsung normal seperti biasa. Wali Kota Singkawang, Tjhai Cui Mie meninjau langsung ruang Radiologi RSUD dr Abdul Aziz Singkawang yang terbakar, Selasa (6/3) pagi.

Kehadiran orang nomor satu di “Kota Amoy” tersebut di dampingi Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Singkawang Muslimin, Wakil Direktur (Wadir) Bidang Pelayanan RSUD dr Abdul Aziz Singkawang Lulu Nonaria, Camat Singkawang Barat A Martin dan Lurah Pasiran Christian. “Kejadian kebakaran tidak mengganggu aktivitas rumah sakit. Pelayanan rumah sakit tetap berjalan normal seperti biasa,” ujar Tjhai Cui Mie.

Sedangkan Lulu Nonaria mengatakan, pasca-kebakaran alat-alat untuk sementara ini masih belum bisa difungsikan. Tetapi ia memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan seperti biasa. “Kondisi pasien juga dalam kondisi aman,” katanya.

Menurutnya, alat-alat yang rusak akan didata pihak rumah sakit. Termasuk bangunan yang terbakar, sehingga diketahui jumlah kerugiannya. Lulu berharap, masyarakat tidak khawatir untuk berobat ke rumah sakit tersebut. ”Kejadian ini bukan kendala bagi kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Lulu.

Senada disampaikan Humas RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, Bejo Rahardjo. Ia mengatakan, pelayanan rumah sakit milik Pemkot Singkawang itu masih tetap normal. “Untuk pelayanan seperti USG menggunakan peralatan yang lama,” jelasnya.

Menurutnya, pelayanan radiologi seperti CT Scan akan dirujuk di rumah sakit Vincentius. Lantaran pihaknya sudah ada kerja sama dengan rumah sakit swasta tersebut.

“Alat-alat lama kita gunakan kembali untuk sementara waktu ini, sambil menunggu izin dari pihak kepolisian untuk mengecek alat-alat seperti CT Scan di ruang radiologi,” tukasnya.

Dijelaskan Bejo, peralatan yang berada di ruang Radiologi masih ada yang bisa diselamatkan. “Alat yang terbakar hanya UPS, dan alat seperti CT Scan saat itu memang dibungkus dengan plastik,” ungkapnya.

Ada lima ruangan di dalam ruangan radiologi dan dua tempat tidur. Kemudian ada empat alat seperti USG, CT Scan, X-Ray dan Panuramic.

Keempat alat tersebut harganya sangat mahal. Untuk satu alat saja harganya miliaran rupiah. “Bagian yang terbakar berada pada posisi depan ruangan. Sementara di tengah ke belakang tidak terbakar, hanya terkena air pemadam, sehingga tergenang,” ujarnya.

“Pihak rumah sakit belum bisa memastikan peralatan apa saja yang rusak lantaran belum bisa masuk ke ruangan. Total kerugian masih tidak bisa pastikan, namun kisaran miliaran rupiah,” timpal Bejo.

 

Laporan: Suhendra

Editor: Arman Hairiadi