Kerangka Ludin Ditemukan di Ladang

Hilang Sejak 25 Januari 2018

99
OLAH TKP. Tim Inafis Polres Sekadau tengah melakukan olah TKP di tempat penemuan kerangka Ludin di Engkersik, Jumat (6/4)--Polisi for Rakyat Kalbar
OLAH TKP. Tim Inafis Polres Sekadau tengah melakukan olah TKP di tempat penemuan kerangka Ludin di Engkersik, Jumat (6/4)--Polisi for Rakyat Kalbar

eQuator.co.idSEKADAU-RK. Misteri hilang Ludin, warga Dusun Jerajau, Desa Engkersik, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, akhirnya terungkap. Pria 82 tahun yang menghilang sejak 25 Januari 2018 itu, ditemukan sudah menjadi kerangka di ladang milik Robertus di Dusun Jerajau, Desa Engkresik, Jumat (6//4) siang.

Awalnya, penemuaan kerangka ini sempat membuat warga sekitar gempar. Namun setelah dilakukan pengecekan oleh sang anak, Musa, akhirnya terungkap identitas kerangka tersebut tak lain adalah ayahnya, Ludin.

“Kerangka itu ditemukan pertama kali oleh Wandi, Novanto, dan Petrus warga Dusun Jerajau. Saat itu mereka sedang menebas (membersihkan, red) kebun karet milik Robertus,” ujar Iptu Masdar, Kapolsek Sekadau Hilir kepada wartawan, kemarin.

Secara tidak sengaja, Wandi melihat kerangka manusia di sela-sela rumput dan pohon yang sudah tumbang. Kemudian ia langsung memanggil ibunya yang bernama Lindan.

“Ibu Lindan menghubungi Ibu Dayati untuk memberitahukan penemuan kerangka tersebut. Temuan ini kemudian disampaikan ke perangkat desa,” ulas Masdar.

Kerangka yang ditemukan itu, masih utuh dan berserakan teronggok di semak.

Penemuan kerangka itu akhirnya sampai ke telinga Musa. Ia pun langsung mendatangi TKP dan memastikan identitas sang ayah.

Saat ditemukan, di lengan dan jari Ludin masih terdapat gelang karet warna hitam dan sebentuk cincin batu akik bewarna merah. Tidak ditemukan pakaian di sekitar kerangkanya.

“Barang-barang tersebut diyakini Musa milik orangtuanya,” kenang Masdar.

Penemuan kerangka ini juga dilaporkan Musa ke kepala dusun dan perangkat desa. Selanjutnya perangkat desa melaporkan ke polisi.

Tak menunggu lama, jajaran Inafis Sat Reskrim Polres Sekadau dan Polsek Sekadau Hilir langsung meluncur ke lokasi. Polisi melakukan olah TKP dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di kerangka korban.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum atau otopsi. Jenazahnya kita serahkan ke keluarga untuk dikebumikan,” pungkas Masdar.

Seperi diketahui, Ludin menghilang sejak 25 Januari 2018 lalu. Ludin diketahui kabur dari rumah usai cekcok dengan istrinya, Emboik (72). Ludin pergi tanpa membawa bekal apa pun.

Kasus menghilangnya Ludin sudah dilaporkan pihak keluarga ke Polsek Sekadau Hilir, Kamis 8 Februari lalu. Namun upaya pencarian tak membuahkan hasil sehingga Ludin ditemukan sudah menjadi tengkorak. (bdu)