Kemenag Berdayakan Pemuda Lintas Agama

149
Kaharudin S Ag. (Abdu Syukri)

eQuator – SEKADAU-RK. Isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), acap kali menjadi biang kerok terjadinya konflik ditengah masyarakat. Kondisi ini perlu disiasati sedini mungkin agar potensi terjadinya konflik itu bisa dicegah.
“Isu agama atau SARA merupakan isu seksi yang bisa memunculkan pertikaian di tengah masyarakat,” nilai Kaharudin S Ag, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sekadau kepada wartawan, kemarin.
Penilaian Kahar, bukan isapan jempol belaka. Belakangan ini, kerap muncul konflik di tengah masyarakat yang berbalut isu sara, seperti yang terjadi di Tolikara Papua hingga yang terjadi di Aceh Singkil, Nangro Aceh Darussalam.
Meski di Kabupaten Sekadau tidak pernah tercatat ada pertikaian serupa, namun langkah antisipasi tentu harus dilakukan. Pemerintah bersama aparat keamanan dan seluruh warga harus bahu membahu mencegah terjadinya potensi konlik yang berbalut isu SARA tersebut.
Pihak Kemenag Sekadau memang tidak tinggal diam terhadap potensi konflik yang berbalut isu SARA itu. Mereka sudah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya potensi konlik tersebut.
“Salah satu yang kita lakukan adalah menggelar pertemuan pemuda lintas agama. Dalam pertemuan itu, kita ajarkan bagaimana pemuda menyikapi soal perbedaan agama dan bagaimana mereka tetap bisa menjaga persatuan,” ujar Kahar.
Bagi pihak Kemenag, ada hal penting yang harus disadari kalangan pemuda soal persatuan. Bahkan hal penting itu mereka jadikan yel-yel dalam pertemuan pemuda lintas agama tersebut. Yakni ‘Berbeda Oke, Persatuan Yes, NKRI Harga Mati!”.
“Yel-yel ini merupakan kata kuncinya. Kita harapkan pemuda sebagai kader dan bagian terbesar dari warga kita bisa menciptakan kerukunan di tengah banyaknya perbedaan yang ada,” tukas Kahar. (bdu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here