Kebakaran di Pasar Pemangkat, Satu Orang Tewas dan 15 Ruko Hangus

Kebakaran di Pasar Pemangkat

TERBAKAR. Kondisi Pasar Pemangkat setelah kebakaran yang menghanguskan sebanyak 15 ruko, Rabu (28/8), di Jalan Nusantara Pemangkat Kota. (SAIRI/RK)

eQuator.co.id – SAMBAS-RK. Kebakaran yang terjadi di Pasar Pemangkat, Kabupaten Sambas pada Selasa (27/8) sekitar pukul 17.00 WIB, selain menghanguskan 15 Rumah Toko (Ruko) juga dikabarkan menelan satu korban jiwa.

Kapolres Sambas AKBP Permadi Syahids Putra mengungkapkan, kebakaran hebat yang melanda Pasar Pemangkat berawal dari ruko milik Aphin yang terletak di Jalan Nusantara, Pemangkat kota. Api yang muncul dari ruko (warung kopi) tersebut, kemudian menyebar tak terkendali ke ruko-ruko lainnya.

“Dari keterangan saksi mata dan fakta di lapangan yang berhasil dihimpun, api bermula dari toko atau warung kopi milik Aphin  di Jalan Nusantara,” ungkap Kapolres, Rabu (28/9).

Sementara pemilik ruko tersebut (Aphin) hingga saat ini belum diketahui keberadaannya pasca kebakaran.

“Ruko tersebut ditinggali oleh Aphin beserta istri dan keempat orang anaknya, dan saat ini isteri dan anaknya mengamankan diri di rumah kerabatnya di Kota Singkawang, sementara Aphin belum diketahui keberadaannya hingga saat ini,” ungkap Kapolres.

“Korban jiwa akibat kebakaran satu orang , namun belum kita bisa memastikan korban tersebut,” imbuhnya.

Disampaikan Kapolres, kobaran api baru dapat dipadamkan sekitar jam 22.00 WIB oleh Badan Pemadam Kebakaran (BPK) yang dibantu oleh masyarakat sekitar.

Dalam pemadaman api tersebut BPK Pemangkat dibantu langsung oleh BPK Selakau, Tebas, Sambas, Sentebang Jawai dan Kota Singkawang.

Sekretaris Badan Pemadam Kebakaran (BPK) Kabupaten Sambas, Yakob Pujana mengatakan, sedikitnya ada 15 Ruko yang hangus terbakar dan peristiwa tersebut.

“Ya ada 15 pintu ruko yang hangus terbakar, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB,” ujarnya.

Yakob mengungkapkan, pada proses pemadaman api dirinya langsung turun ke Pemangkat.

“Saya juga ikut langsung pada proses pemadaman api tersebut,” ungkapnya.

Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili Lc MH mengaku prihatin atas terjadinya musibah kebakaran di Pasar Pemangkat.

“Tentu sebagai kepala daerah saya mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dari penyebab-penyebab kemungkinan terjadinya kebakaran, karena api itu jika kecil menjadi teman dan sahabat yang baik, namun apabila sudah besar tidak terkendali akan bisa merusak di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Kebakaran yang menghanguskan 15 ruko ini belum diketahui pasti penyebabnya, namun yang pasti api berasal dari satu ruko yang tidak terkendali sehingga menyebar ke ruko-ruko lainnya.

Atbah juga mengucapkan rasa terima kepada badan pemadaman kebakaran (BPK) yang telah berjuang untuk memadamkan api.

“Tak hanya BPK, saya juga mengucapkan rasa terimakasih kepada masyarakat Pemangkat yang bersama-sama BPK berusaha memadamkan api,” katanya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati terhadap hal-hal yang bisa memicu kebakaran

“Usahakan untuk selalu berhati-hati dari segala pemicu yang menyebabkan kebakaran ini, apakah itu listrik, kompor ataupun rokok karena semua itu berpotensi menyebabkan kebakaran,” ungkapnya.

Terkait sulitnya mendapatkan air untuk memadamkan kebakaran di sekitar Pasar Pemangkat, bupati mengatakan ke depannya akan berusaha untuk menyediakan air di tempat-tempat yang jauh dari sumber air, terutama di pasar-pasar.

“Ini akan menjadi pekerjaan rumah (PR) kita, untuk menyediakan sumber air di tempat yang jauh dari sumber air, apakah itu untuk keperluan menyiram taman kota atau untuk kebutuhan seperti kebakaran ini, nanti kita komunikasikan Karena di Pemangkat sudah tersedia PDAM,” katanya.

Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, Yudi mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengumpulkan data terkait korban musibah kebakaran tersebut.

“Tentu nanti dari data-data tersebut akan kita koordinasikan tentang bagaimana penanganan lebih lanjut dan seperti apa yang bisa kita lakukan,” jelasnya.

Sementara itu, warga Kecamatan Pemangkat Andri mengungkapkan bahwa kondisi pasar di Pemangkat memang rawan terjadinya kebakaran.

“Ya memang Pasar Pemangkat rawan rerjadinya musibah kebakaran, apalagi di musim kemarau karena kondisi pasar yang belum terbenahi ini sangat memudahkan api untuk menjalar kemana mana”, ungkapnya.

“Kondisi parit Pemangkat yang dipenuhi sampah dan mengalami pendangkalan membuat petugas pemadam kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan api, kebakaran tersebut bisa saja cepat dipadamkan andai parit di pemangkat telah dinormalisasi oleh pemerintah,” tambahnya.

Selain itu, di sekitar pasar juga belum terdapat hydrant sebagai sumber air PDAM untuk mengatasi kebakaran.

“Memang seharusnya dilokasi pasar ada hydrant sebagai sumber air apabila terjadi kebakaran dan di pemangkat itu tidak ada, ditambah lagi pemadam kebakaran juga tampak kesulitan dikarenakan keterbatasan armada mobil pemadam,” pungkasnya.

 

Laporan: Sairi

Editor: Indra Wardhana