Karolin Kejutkan Pengunjung Taman Akcaya

189
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa

eQuator.co.idPONTIANAK. Masyarakat Kota Pontianak yang tengah asyik berbelanja dan jalan-jalan di Taman Akcaya Kota Pontianak, dikejutkan dengan kehadiran calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa, Jumat (8/6) malam lalu.

Kedatangan calon Gubernur Kalbar perempuan satu-satunya itu, langsung menyedot perhatian warga. Bahkan, kesempatan untuk dapat langsung bertemu dengan Karolin, benar-benar dimanfaatkan warga. Banyak yang meminta foto bersama Karolin menggunakan smartphonenya, sedangkan para pedagang di kawasan tersebut yang dulunya adalah pedagang di Taman Alun Kapuas, langsung menawarkan aneka barang yang dijualnya kepada Karolin.

Seolah tidak lelah, Karolin pun dengan antusias dan ramah melayani warga yang ingin berfoto dengannya. Bahkan, meski baru selesai menggelar kampanye dialogis di empat lokasi berbeda di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Karolin juga mendatangi semua lapak yang dilaluinya dan menyapa para pedagang.

Tidak berhenti di situ, wanita berusia 36 tahun yang saat ini tercatat sebagai calon Gubernur termuda di Pilkada Kalbar, Karolin juga menyempatkan diri duduk bersantai dan berdialog dengan para pedagang di kawasan tersebut yang jumlahnya mencapai 300-an orang.

Dialog antara cagub Kalbar nomor urut dua Karolin Margret Natasa dengan para pedagang malam itu semakin hangat. Karena, minuman khas yaitu sekoteng yang ditawarkan para pedagang, langsung diminum Karolin. “Eh ada sekoteng. Terima kasih ya, sekotengnya enak,” ucap Karolin.

Sedangkan terkait keluhan pedagang yang merasa didzolimi oleh pemerintah, Karolin memastikan jika dirinya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Bersama Suryadman Gidot, tidak boleh ada yang menggusur dan memperlakukan pedagang dengan tidak manusiawi.

“Pedangan di sini (Taman Akcaya) silahkan tetap berjualan. Tidak baik memutus rezeki orang. Ini adalah masalah pemerintah, harusnya pemerintah hadir untuk menata tempat berjualan. Ingat, mereka ini warga kita, jangan ada penggusuran,” tandas Karolin.