eQuator.co.id. – KUBU RAYA. Calon Gubernur Kalbar nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa menegaskan pembangunan Kalbar yang religius penting dilakukan, untuk mewujudkan pembangunan Kalbar Hebat yang harmonis dan generasi penerus yang berkepribadian baik.
“Karena kalau tidak ada agama, kita akan kehilangan arah dan berbuat seenaknya di dunia ini.
Kalau tidak ada agama, kami orang Dayak ini hanya sibuk dengan urusan Ngayau (tradisi Dayak),” kata Karolin, saat melakukan kampanye dialogis bersama masyarakat Madura di Kecamatan Kuala Mandor B, Rabu (6/6).
Namun, lanjut Karolin karena adanya agama, tradisi itu sudah dihilangkan, karena masyarakat Dayak sudah percaya dengan keberadaan Tuhan yang melarang tindakan tersebut. “Demikian dengan agama lainnya, religius tentu sangat penting,” tuturnya.
Untuk itu, dia meminta kepada semua umat beragama yang ada di Kalimantan Barat untuk terus merenungkan dan mengamalkan semua ajaran baik dari setiap agama, untuk mewujudkan Kalbar yang aman, religius, dan berjiwa Pancasila.
“Sesuai dengan visi dan misi kami untuk mewujudkan Kalbar yang aman, religius dan berjiwa Pancasila, saya mengajak kepada seluruh umat beragama untuk bisa mengamalkan dengan baik semua ajaran agamanya masing-masing,” jelas Karolin.
Karolin yakin, jika kita bisa mewujudkan masyarakat Kalbar yang aman, religius dan berjiwa Pancasila, maka semua proses pembangunan yang dilakukan bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menekankan kepada masyarakat bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bukan pertarungan antarsuku dan agama.
Tetapi, kata pasangan Calon Wakil Gubernur Kalbar Suryadman Gidot, Pilkada merupakan pertarungan antarpartai politik.
“Untuk itu, masyarakat harus bisa memandang Pilgub Kalbar ini sebagai pesta demokrasi kita bersama yang harus kita sukseskan bersama-sama,” ujarnya.
Dia meminta masyarakat tidak terkungkung dalam stigma yang salah dari Pilkada dan terkotak-kotak berdasarkan suku dan agamanya saja.
“Mari jadi pemilih yang cerdas, lihat visi dan misi serta program dan kesungguhan dari setiap calon yang maju. Bukan hanya sekadar melihat latar belakang suku atau agama atau golongan tertentu saja,” ucapnya.
Sebagai warga negara yang baik, Karolin mengajak 27 Juni 2018 nanti untuk menggunakan hak pilih dan tentukan pilihan untuk pembangunan Kalbar yang lebih baik ke depan.