Karolin Ajak WKRI Kalbar Ambil Bagian dalam Pembangunan

21
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa
Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa

eQuator.co.idPONTIANAK. Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa mengajak Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) untuk bersama meningkatkan perannya dalam masyarakat dan pembangunan Kalbar ke depan.

“Sejak awal, WKRI telah membedakan dirinya dalam masyarakat untuk berperan aktif dalam mempromosikan martabat perempuan, dan mengembangkan visi dan misi organisasinya berpedoman pada doktrin Gereja Katolik,” kata Karolin, saat menghadiri peringatan HUT ke-94 WKRI di Pontianak, Minggu (10/6/2018).

Menurutnya, saat ini paran perempuan masih terbatas di sejumlah daerah. Perempuan masih mengalami diskriminasi dalam masyarakat Indonesia yang patriarki.

“Untuk itu, kita harus terus berkaca pada tujuan gerakan awal dibentuknya organisasi ini untuk meminimalkan keterbelakangan dan isu-isu gender yang memaksa perempuan Indonesia kalah dengan rekan-rekan pria mereka,” tuturnya.

Karolin mengharapkan, ke depan, WKRI Kalbar dapat meningkatkan kegiatannya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti kursus menjahit, memberikan advokasi kepada perempuan bermasalah, dan penyadaran gender dan kegiatan positif lainnya terkait perempuan.

“Perlu diketahui, pemerintah telah menempatkan kaum perempuan sebagai partner bagi pembangunan. Isu gerakan dan pemberdayaan perempuan yang berkembang berkisar dalam suatu pemikiran bahwa perempuan sebagai sumber daya pembangunan, dengan kata lain politik gender telah memakai pendekatan Women In Development dimana perempuan terintegrasi sepenuhnya dalam derap pembangunan nasional,” paparnya.

Perhatian pemerintah ini, lanjutnya, memberikan porsi kepada kaum perempuan untuk lebih eksis meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan menuju bangsa yang sejahtera dan penuh kedamaian.

Kondisi ini dapat dipahami begitu besar andil perempuan dalam pembangunan nasional yang diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun.  “Meski sumber daya perempuan belum dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan sumbangan ekonomi dalam pembangunan, namun perempuan dan pembangunan telah menjadi sorotan dunia internasional termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam kajian yang lebih komprehensif,” sambungnya.

Untuk itu, Karolin berharap, WKRI ke depan dapat menjadi fatner pemerintah dalam membantu pembangunan SDM Perempuan Kalbar dan mitra dalam membangun.

Pada kegiatan HUT WKRI itu, Karolit juga dipercayakan untuk menjadi juri dalam pada lomba fashion show WKRI yang diikuti oleh anggota WKRI Kalbar.