Kapuas Hulu Dianugerahi Sertifikat UNESCO

Diakui Dunia Sukses Kelola Konservasi

11
CAGAR BIOSFER. Perwakilan Kemen LHK RI menyerahkan sertifikat Cagar Biosfer dari UNESCO kepada Bupati Kapuas Hulu AM Nasir (batik merah) pada acara FDS 2018 di Desa Landjak, Batang Lupar, Kamis (25/10). Andreas-RK

eQuator.co.id – LANDJAK-RK. Kabupaten Kapuas Hulu memiliki dua taman nasional. Yaitu Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Diakui dunia sukses mengelola kawasan konservasi, Kapuas Hulu diganjar sertifikat Cagar Biosfer dari UNESCO.

Sertifikat Cagar Biosfer diserahkan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) RI kepada Bupati Kapuas Hulu AM Nasir dalam acara Festival Danau Sentarum (FDS) 2018 di Desa Landjak Kecamatan Batang Lupar, Kapuas Hulu, Kamis (25/10).

Bupati mengatakan, Kapuas Hulu menerima sertifikat cagar biosfer lantaran luas wilayahnya sekitar 50 persen adalah kawasan hutan.”Sehingga kita masuk 100 persen di Hearth of Borneo,” katanya.

Dijelaskan Nasir, untuk mendapatkan sertifikat cagar biosfer ini harus melalui sidang dengan pihak UNESCO. Dengan adanya sertifikat ini, tentu menjadi jaminan bagi Kapuas Hulu di internasional. Sehingga produk yang berasal dari Bumi Uncak Kapuas bisa menjadi terpecaya di internasional. “Adanya sertifikat ini kita berharap banyak kegiatan dari kementerian dan lembaga yang terkait di Kapuas Hulu,” harap Bupati.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Man And Biospher LIPI, Purwanto mengatakan, cagar biosfer adalah konsep bagaimana mengelola kawasan yang dikondisikan dengan ekonomi serta ekologi untuk pembangunan berkelanjutan, manusia dan alam. “Sertifikat cagar biosfer ini sangat perlu bagi Kapuas Hulu, karena wilayah ini memiliki keunggulan sehingga ini perlu diakui dunia,” katanya.

Dikatakan Purwanto, yang mendapatkan penghargaan UNESCO ini ada 120 negara. Salah satunya Indonesia. Penghargaan dunia ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membangun di masa yang akan datang. “Ini membawa manfaat bagi konservasi alam kita. Manfaatnya mulai dari pemerintah, NGO dan masyarakat,” bebernya.

Selain itu kata Purwanto, pariwisata juga bisa dijadikan produk dari biosfer ini. Oleh karenanya, Purwanto mengharapkan semua harus bekerja keras, agar cagar biosfer tidak hanya sekedar sertifikat.

Sementara itu, beberapa organisasi pemuda di Kapuas Hulu melaksanakan kerja bakti kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Jumat (26/10). Tepatnya di Pulau Melayu Kecamatan Batang Lupar. Bakti sosial ini sebagai bentuk kecintaan terhadap alam.
Kegiatan yang dimotori Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kapuas Hulu. Sebagai bentuk dukungan terhadap FDS 2018 yang berlangsung pada 25-28 Oktober. “Pemuda adalah tulang punggung pembangunan maka kita sengaja kumpulkan mereka untuk menyatukan komitmen,” ujar Kabid Disporapar Kapuas Hulu, Syahbudin.

Ia mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan organisasi kepemudaan dan Pramuka untuk menggelar bhakti sosial di Pulau Melayu. Lantaran pulau Melayu berada di kawasan TNDS. “Kerja bakti ini untuk mendukung dan berbuat sesuatu untuk Kapuas Hulu, untuk mendukung kegiatan dan promosi FDS secara terus menerus,” tuturnya.

Syahbudin menegaskan, para pemuda adalah unsur utama dan prioritas pertama dalam pembangunan pariwisata kedepan. Danau Sentarum butuh rencana panjang dan harus banyak pihak yang terlibat untuk mengembangkannya menjadi sektor pariwisata unggulan.
“Para pemuda adalah generasi milenial, punya akses luas dan wawasan luas akan media sosial. Mari kita sama-sama promosikan Danau Sentarum dari berbagai sisi, kita kenalkan kekayaan alam Kapuas Hulu pada dunia,” tegas Syahbudin.

Ditambahkan Kasi Kepemudaan Disporapar Kapuas Hulu, Ismunadi, kegiatan kepemudaan di pulau Melayu untuk menindak lanjuti program Pemkab pada sektor pariwisata, khususnya di Danau Sentarum. Pulau Melayu telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi unggulan dalam pariwisata di Danau Sentarum, akan dibangun jembatan besar dari dusun Kedungkang ke pulau Melayu. Ada pula pembangunan dermaga untuk jasa transportasi danaunya. Maka pulau Melayu harus dipersiapkan jadi lokasi yang menarik.

“Jadi kami mengundang para pemuda untuk menyumbangkan pemikiran dan tenaganya untuk mengelola pulau Melayu jadi lebih baik dan menarik,” katanya.

Pemuda harus terlibat dalam visi dan misi mendukung pembangunan Pemkab Kapuas Hulu. Karena pemuda memiliki kemampuan yang besar dalam memajukan pembangunan dari berbagai sektor.

“Kedepan kami akan kumpulkan pemuda lagi untuk bertukar pikiran dan merencakan kegiatan selanjutnya untuk mengembangkan pulau Melayu,” lugas Ismunadi.

Pengurus Kwarcab Pramuka Kapuas Hulu, Aliyanto menyambut baik kegiatan gabungan organisasi kepemudaan dan pramuka di pulau Melayu. Dia menilai, sangatlah tepat apabila pemuda dan pramuka dilibatkan dalam mengembangkan sektor pariwasata. “Danau Sentarum inikan sudah terkenal di dunia, tinggal kita maksimalkan eksposnya lagi. Hal ini dapat menjadi langkah awal para pemuda Kapuas Hulu,” tegas Cik Yanto sapaan Aliyanto.
Para pemuda juga harus memberikan kontibusi dalam bidang lainnya, giring masyarakat Kapuas Hulu untuk lebih produktif. Sehingga ada yang dihasilkan masyarakat disamping mendukung kelestarian alam dan objek wisata Danau Sentarum.

“Pemuda dapat jadi penggerak insan pariwisata, bentuklah kegiatan yang produktif kedepan sehingga ada income dari kunjungan wisata, dan impek positif pada masyarakat,” tegas Cik Yanto.

Laporan: Andreas
Editor: Arman Hairiadi