Kalbar Diproyeksi Alami Lonjakan Perjalanan Wisata

Sosialisasi Perda Rencana Induk Pembangunan Pariwisata

6
Tugu Khatulistiwa Pontianak. jpnn

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Sektor pariwisata secara nasional saat ini telah dirancang dan diformulasikan menjadi salah satu program prioritas pembangunan nasional. Mengingat sektor pariwisata berhasil menjadi lima besar penyumbang devisa negara selain Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan tenaga kerja.

“Hal ini menjadi bukti bahwa pariwisata di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kalbar, Alexander Rombonang saat Sosialisasi Perda Rencana Induk Pembangunan Pariwisata di Orchadz Hotel, Pontianak, Rabu (10/10).

Dengan potensi dan kondisi geografis yang strategis, kedepan Kalbar diproyeksikan akan mengalami lonjakan jumlah perjalanan wisata. Sehingga potensi ini patut diperhitungkan. Event pariwisata seperti Capgome, Gawai Dayak, Pesona Titik Kulminasi, Festival Danau Sentarum serta lainnya merupakan alat untuk tumbuh dan berkembangnya pariwisata di Kalbar.

“Tentu mengembangkan sektor pariwisata di Kalbar pemerintah tidak bekerja sendiri, tapi sangat dibutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder lainnya,” jelasnya.

Salah satu dukungan nyata dalam bidang pariwisata yaitu adanya pembangunan kepariwisataan Indonesia sebagai bagian integral dari pembangunan nasional yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Tujuannya turut mewujudkan peningkatan kepribadian dan kemampuan manusia serta masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. “Selain harus memperhatikan tantangan perkembangan global,” cetusnya.

Ia menambahkan dalam pembangunan pariwisata memerlukan konsep dan strategi yang jelas sesuai UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Pada pasal 8 perencanaan pengembangan kepariwisataan dapat diatur melalui rencana induk pembangunan kepariwisataan.

“Bahwa artinya ada keterikatan antara UU Nomor 10 Tahun 2009 mengenai kepariwisataan dengan rencana induk pengembangan kepariwisataan di tingkatan provinsi dan kabupaten/kota,” jelasnya.

Sementara maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah menyatukan pandangan diantara sektor pembangunan terhadap pentingnya pariwisata dalam konteks pembangunan daerah dan menyusun perencanaan pengembangan kepariwisataan yang mampu meningkatkan kualitas kepariwisataan di Kalbar. (Riz)