Jaminan LPS Rp2 Miliar

Peluncuran Logo Baru BPR

23
LOGO BARU. Peluncuran logo baru BPR yang diresmikan Edi Rusdi Kamtono di halaman kantor PMI Kota Pontianak, Minggu pagi (8/7). Gusnadi-RK
LOGO BARU. Peluncuran logo baru BPR yang diresmikan Edi Rusdi Kamtono di halaman kantor PMI Kota Pontianak, Minggu pagi (8/7). Gusnadi-RK

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Peran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dinilai masih belum optimal. Diharapkan meningkatkan kinerja dengan terus melakukan berbagai inovasi.
Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan, BPR menjadi salah satu penunjang roda perekonomian. Tapi dibutuhkan inovasi-inovasi dalam mengembangkan BPR. Salah satunya dengan pelayanan jemput bola. Agar lebih cepat dan mempermudah nasabah mendapatkan pelayanan.
“Apalagi kalau BPR bisa menyediakan mesin ATM, khusus BPR se Kalbar tentu akan lebih memudahkan dan mendekatkan pelayanan terhadap nasabah,” katanya saat peluncuran logo baru BPR di halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak, Minggu pagi (8/7).
Pelayanan dan kepercayaan nasabah kepada perbankan menjadi kunci utama. Masyarakat harus yakin BPR memberikan manfaat yang besar untuk roda perekonomian mereka.
“Oleh sebab itu, dibutuhkan sentuhan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan BPR tanpa terlepas dari pengawasan OJK dan Bank Indonesia,” jelasnya.
Terkait peluncuran logo baru BPR ini, ia berharap terus disosialisasikan. Supaya masyarakat familiar dengan BPR.

“Untuk itu, BPR harus melakukan inovasi-inovasi bagaimana menciptakan brand BPR ini akrab di masyarakat. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan BPR untuk kegiatan ekonominya, baik itu kaitan dengan permodalan, menyimpan dananya atau deposito maupun transaksi-transaksi lainnya,” terangnya.
Edi berharap BPR dengan motto ‘Milik Anak Negeri’ ini berkembang untuk peningkatan pertumbuhan perekonomian di Kota Pontianak maupun Kalbar secara umum.
Sementara Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Kalbar, Agus Subardi menyatakan, penyediaan mesin-mesin ATM di BPR akan dilakukan secara bertahap. Terutama BPR yang modal intinya sudah mencukupi lebih dulu.
“Ke depannya mungkin ATM bersama. Memang ini perlu proses yang panjang, karena baru keluar peraturannya setahun terakhir,” katanya.
Agus meyakinkan kepada para nasabah agar tidak perlu khawatir terhadap uang yang mereka simpan atau deposit di BPR. Karena sudah mendapatkan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar. “Sepanjang memenuhi ketentuan-ketentuan LPS, maka uangnya dijamin aman,” tutup Agus.

 

Laporan: Gusnadi

Editor: Arman Hairiadi