Jalan Desa Matan Jaya Masih Tanah Merah

38
Jalan Tanah. Beginilah kondisi ruas jalan tanah di Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, beberapa waktu lalu. Warga for Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – Simpang Hilir-RK. Bupati Kayong Utara terpilih, Drs Citra Duani diharapkan dapat merealisasikan pembangunan jalan dari Desa Batu Barat hingga Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir. Hal itu penting demi mendukung kelancaran lalu lintas barang dan jasa, sehingga akan meningkatkan perekonomian masyarakat, Jumat (7/9).

Warga Dusun Matan, Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Abdul Muis mengeluhkan, ihwal kondisi ruas jalan yang kerap dilaluinya tersebut.

“Jalan menjadi bubur lumpur dikala musim hujan dan badai debu saat musim kemarau. Ditambah lagi jalanan yang harus mendaki dan menuruni bukit. Sedangkan di samping kita jurang curam,” ungkap Abdul Muis.

Sementara itu, anggota DPRD Kayong Utara, Muhammad Sani memahami penderitaan warga Desa Matan Jaya, yang saat ini akses jalan utama mereka harus menembus jalan milik perusahaan perkebunan sawit. Kemudian, alih fungsi jalan perusahaan menjadi jalan umum berstatus jalan strategis kabupaten prosesnya juga panjang dan rumit.

“Selama ini warga Desa Matan Jaya menuju Desa Teluk Melano yang memiliki pasar tradisional terbesar di Kecamatan Simpang Hilir dan KKU harus menempuh perjalanan cukup jauh dan berliku. Sebab harus menembus jalanan di kawasan perusahaan sawit,” ungkap Muhammad Sani.

Menurutnya, buruknya jalan raya menuju ibukota Kecamatan Simpang Hilir, sehingga membuat sebagian warga Desa Matan Jaya terpaksa membeli barang-barang kebutuhan pokok ke Sandai, Kabupaten Ketapang. Sebab bisa ditempuh satu atau dua jam perjalanan melewati jalan perusahaan. Dibandingkan menuju ke Teluk Melano yang bisa memakan waktu tiga atau empat jam perjalanan, karena buruknya jalan.

“Jalan raya yang diaspal mulus dari Desa Teluk Melano sudah sampai di bibir Desa Batu Barat, tidak memiliki jalan perusahaan kebun sawit. Sekarang kita memperjuangkannya supaya masuk ke Desa Batu Barat hingga ke Desa Matan Jaya, rabat beton dan beraspal di atasnya,” tuturnya.

Ia menerangkan, kebutuhan akan akses jalan tembus Desa Batu Barat ke Desa Matan Jaya sangat mendesak. Kasihan lalu lintas barang dan jasa di pelosok Simpang Hilir menjadi tersendat hanya karena menunggu dan menunggu kebijakan pemerintah.

“Semoga saja Bupati Kayong Utara terpilih masa khidmat 2018-2023, Drs Citra Duani dan Wakilnya, H Effendi Ahmad S.Pd.I dapat ikut memperjuangkan lanjutan pembangunan jalan raya Desa Batu Barat tembus ke Matan Jaya sekitar 19 kilometer,” harapnya.

Reporter: Kamiriluddin

Redaktur: Andry Soe