ISPU Mempawah 175 PM

Sekolah Libur Hingga Hari Ini

16
Standar ISPU

eQuator.co.id – Mempawah-RK. Buruknya kualitas udara di Kalimantan Barat berdampak dampak kabut asap. Bahkan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Mempawah mencapai 175 particulate matter (PM). Kondisi udara tidak sehat atau berbahaya untuk masyarakat disikapi dengan meleburkan sekolah hingga hari ini, Kamis (23/8).

Keputusan Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Mempawah meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah selama empat hari, agar peserta didik dapat beristirahat di rumah masing-masing. Keputusan itu merupakan hasil rapat yang dipimpin Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana. “Liburnya sementara terhitung sejak tanggal 20-23 Agustus. Libur sekolah selama empat hari tersebut bisa saja diperpanjang, sesuai dengan perkembangan kondisi dampak kabut asap di lingkungan masyarakat Kabupaten Mempawah,” ujar

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikporapar Kabupaten Mempawah, Drs Sawardi, belum lama ini.

Walaupun saat ini masih terjadi kabut asap, namun dia berharap, kabut asap segera berlalu, sehingga aktivitas sekolah kembali normal seperti hari-hari sebelumnya. “Dari data ISPU, saat ini tingkat pencemaran udara di Kota Mempawah sudah mencapai 175 PM atau kategori tidak sehat. Makanya, sangat beresiko terhadap aktivitas manusia terutama anak-anak,” tuturnya.

Sawardi menjelaskan, kebijakan libur sekolah tersebut berlaku untuk aktivitas TK/PAUD, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sedangkan untuk SMA/SMK mengikuti Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar dan disesuaikan dengan kondisi di wilayah masing-masing. “Bagi daerah kabupaten dan kota yang tidak terdampak kabut asap, maka aktivitas sekolah tetap berjalan dengan normal. Sedangkan di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Mempawah, tingkat pencemaran udara sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Kebijakan libur sekolah, terang Sawardi, dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Khususnya berkaitan dengan dampak negative terhadap kesehatan siswa. Sebab, dalam kondisi kabut asap seperti sekarang siswa lebih baik tidak berada diluar rumah. “Walau libur bukan berarti anak-anak berhenti belajar. Kita sudah berpesan kepada setiap sekolah untuk menyampaikan pemberitahuan kepada para orang tua agar mengawasi anak-anaknya. Pastikan anak-anak tetap belajar di rumah,” pintanya.

Dia juga mengimbau para orangtua, agar meningkatkan kontrol dan pengawasan terhadap anak-anaknya selama masa libur sekolah. Pastikan anak tidak bermain di luar rumah dengan kualitas udara yang dapat mengancam kesehatan. “Selama kondisi kabut asap seperti ini, kita minta orang tua menjaga anak-anaknya. Jangan biarkan anak bermain diluar rumah. Karena, polusi udara ini dapat menyebabkan anak-anak terserang Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA),” imbaunya.

 

Reporter: Ari Sandy

Editor: Yuni Kurniyanto