Isi Kemerdekaan dengan Keahlian, Ilmu dan Kemampuan

Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-73

12
Suap Tumpeng. Bupati Kubu Raya, H Rusman Ali disuapi potongan tumpeng oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus usai melaksanakan upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (17/8). Syamsul Arifin/RK.

eQuator.co.id – Kubu Raya-RK. Bupati Kubu Raya, H Rusman Ali mengajak seluruh elemen masyarakat. Untuk bersama mengisi kemerdekaan dengan bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih. Melalui pengorbanan darah dan nyawa oleh para pejuang bangsa.

“Saya mengajak masyarakat Kabupaten Kubu Raya untuk mengisi kemerdekaan dengan keahlian, ilmu dan kemampuannya masing-masing. Karena para pejuang kita bertumpah darah, bahkan nyawa pun dipertaruhkan. Kita tinggal mengisi. Untuk itu, saya harapkan kerja sama antara instansi pemerintah, Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat agar bisa mengisi kemerdekaan dengan baik,” ujar H Rusman Ali seusai memimpin upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (17/8).

Bupati menyebut di antara contoh kecil mengisi kemerdekaan ialah menjaga kelestarian lingkungan. Termasuk mencegah kegiatan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menurutnya, di Kabupaten Kubu Raya cukup banyak petani yang menerapkan sistem ladang berpindah. Hal itu disebabkan luasnya lahan yang ada di Kubu Raya. Namun teknik yang digunakan dalam membuka lahan seringkali dengan cara membakar. Akibatnya udara tercemar bahkan berpengaruh pada berbagai sektor kehidupan.

“Yang paling enak itu membakar. Untuk itu, saya mohon kepada semua tokoh masyarakat. Mulai dari kepala desa, RW hingga RT tolong disampaikan kepada masyarakat atau teman-teman petani. Tolong jangan membakar. Ini waktu-waktu yang rawan. Waktu-waktu yang sangat mengerikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, H Rusman Ali mengingatkan semua pihak agar kejadian tragis pada 2015 silam tidak kembali terulang. Apalagi saat itu, karhutla terjadi sangat parah. Bahkan sampai menghambat aktivitas penerbangan.

“Karena itu, saya mengajak semua pihak bersama-sama menjaga Kalimantan Barat dan khususnya Kubu Raya agar karhutla dapat segera diatasi. Menjaga agar tidak terjadi karhutla merupakan salah satu bentuk mengisi kemerdekaan ini,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan komitmennya untuk mensejahterakan masyarakat. Satu di antara cara yang telah dilakukan dengan pembangunan infrastruktur yang masif. Apalagi hal itu telah menampakan hasil, dimana perekonomian masyarakat mulai terangkat. Bahkan, pembangunan ekonomi Kabupaten Kubu Raya kini menempati peringkat teratas di Provinsi Kalbar.

“Terbukti, Alhamdulillah dalam dua tahun terakhir ini ekonomi Kubu Raya terbaik di Kalbar. Sampai sekarang 6,37 persen. Padahal nasional baru 5,02 persen. Inilah salah satu bukti bahwa pembangunan infrastruktur sangat diperlukan oleh masyarakat di Kubu Raya,” ulasnya.

Sementara itu, di sisa pemerintahannya yang kurang dari setahun, H Rusman Al menegaskan, untuk terus memperkuat pembangunan mental spiritual masyarakat. Hal itu diwujudkan dalam kurikulum muatan lokal (Mulok) keagamaan di sekolah.

Menurutnya, realitas kekinian menunjukan adanya ancaman degradasi moral. Jika aspek moral tidak dijaga tentu akan muncul berbagai perilaku menyimpang.

“Moral ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena kalau tidak bermoral maka narkoba merajalela, orang-orang tua tidak dihormati dan lain sebagainya. Itu sebabnya kami membuat muatan lokal. Nah, inilah yang perlu kita junjung tinggi,” tegasnya.

Senada dengan Bupati Kubu Raya, H Rusman Ali, Ketua DPRD Kubu Raya, Bambang Ganefo Putra mengajak masyarakat untuk terus bekerja keras membangun bangsa dan negara. Apalagi setiap warga negara mempunyai tugas untuk berjuang mengukir prestasi.

“Dengan memperingati HUT kemerdekaan ini, kita berharap dapat lebih meningkatkan lagi jiwa patriotisme dan nasionalisme. Terhadap Tanah Air tercinta serta lebih meningkatkan semangat untuk bekerja keras guna Indonesia yang lebih maju dan berjaya,” harapnya.

Reporter: Syamsul Arifin

Redaktur: Andry Soe