Berkah ‘Hari Merdeka’ Buat Pedagang Musiman

SAMPAI MAGRIB. Cahya, salah satu pedagang yang menjual atribut bendera untuk HUT Kemerdekaan RI, di bilangan Jalan Ahmad Yani 1, Rabu (7/8). (Nova Sari-RK)

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-74 mulai terasa tak terkecuali di Kota Pontianak. HUT Kemerdekaan ini bahkan menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil musiman, pedagang bendera dan atribut 17-an.

Sejak awal Agustus kemarin, pedagang yang memanfaatkan bahu jalan sebagai lokasi lapaknya ini sudah ramai. Beragam dagangan mulai dari bendera hingga aksesoris diniagakan. Misalnya saja yang terlihat di Jalan Ahmad Yani.

Salah seorang pedagang, Cahya tampak menjual aneka bendera merah putih dengan berbagai model variasi.

“Saya baru sepekan berjualan bendera di kawasan ini. Untuk menjual bendera sendiri, bukan baru kali ini, namun sudah beberapa tahun lalu sudah berdagang ketika masuk bulan Agustus,” ujarnya, Rabu (7/8).

Berjualan atribut bendera menjadi pundi rupiah buat Cahya. Tak mesti rutin, tapi musiman saja untungnya sudah cukup lumayan. Padahal banyak pedagang lain berjualan barang-barang sejenis.

“Ini sudah mulai ramai yang beli, tapi lebih ramai lagi ketika mendekati 17-an,” katanya.

Cahya mulai membuka lapaknya sejak pukul 07.00 WIB. Dia punya waktu cukup panjang untuk berjualan hingga menjelang waktu Magrib. Saban hari aktivitas ini dilakukan sampai menjelang peringatan “hari merdeka”.

“Harga bendera yang saya jual sangat variatif, seperti background harganya mulai Rp250 ribu hingga Rp400 ribu dan untuk bendera mulai Rp25 ribu hingga Rp150 ribu,” ucapnya.

“Hampir dua jutaan untung tahun lalu, namun saya berharap kali ini bisa lebih besar lagi,” kata Cahya yang juga seorang petani tersebut.

Pedagang lainnya, Denny (35) menyebutkan telah berdagang bendera musiman sejak empat tahun lalu.

“Mau berjualan ini tentu karena sudah momennya. Jadi kita manfaatkan peluang ini, terlebih seperti bendera dan aksesorisnya lainnya juga banyak dicari oleh pelanggan. Setidaknya untuk cari-cari tambahan pendapatan,” ungkapnya.

Berjualan atribut hari kemerdekaan sudah dimulai Denny sejak awal bulan Agustus kemarin. Dia juga melapak dari pagi hingga menjelang Magrib.

“Lumayan banyak, dan melihat dari respon masyarakat sepertinya tahun ini akan lebih ramai. Semoga saja rezeki ya bisa lebih berdoa pastinya,” tandasnya. (ova)