Ibu yang Sakit pun Masih Bisa Menyusui

294
MENYUSUI. Duta ASI Singkawang, Ny Malika Awang Ishak dan Ketua TP-PKK Kota Singkawang, Ny Agustina Abdul Mutalib ketika mengunjungi ibu yang sedang menyusui bayinya di fasilitas kesehatan

eQuator – Singkawang-RK. Jangankan sehat, dalam keadaan sakit pun, ibu masih bisa menyusui anaknya, karena Air Susu Ibu (ASI) mengandung antibodi (zat kekebalan tubuh) untuk melawan penyakitnya.

“ASI mengandung antibodi yang merupakan perlindungan alami bagi bayi baru lahir,” kata Drs H Awang Ishak MSi, Walikota Singkawang dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda), Drs Syech Bandar MSi saat membuka acara puncak Pekan ASI Sedunia Kota Singkawang, di Balairung, Kantor Walikota Singkawang, Rabu (18/11).

Awang menjelaskan, menyusui atau memberikan ASI kepada bayi merupakan aspek gizi yang sangat penting untuk kelangsungan hidup bayi, guna mencapai tumbuh kembangnya yang lebih optimal sekaligus mempertahankann kesehatan ibu setelah bersalin.

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, karena selain memberikan semua unsur gizi yang dibutuhkan, juga mengandung komponen yang sangat spesifik, dan telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan bayi.

Selain itu, kata Bandar, ASI juga meningkatkan Intelligence Quotient (IQ) anak. “Penelitian di Eropa menunjukkan, anak-anak usia 9,5 tahun yang mendapat ASI Eksklusif mempunyai IQ 12,9 poin lebih tinggi dari pada anak seusia yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif,” ungkapnya.

Bandar mengatakan, Sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemberian makanan anak diawali dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), yaitu begitu bayi lahir langsung diletakkan di atas dada ibu dan akan merayap mencari puting ibunya.

Selanjutnya, tambah dia, bayi hanya diberi ASI secara eksklusif, kemudian ASI diteruskan hingga anak berusia dua tahun dengan penambahan makanan lunak atau padat yang disebut Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang cukup dalam jumlah maupun mutunya.

“Jika rekomendasi makanan anak dari WHO ini bisa dilaksanakan, maka anak-anak kita tidak akan kekurangan gizi. Bahkan, menjadi cerdas, saleh dan salehah,” jelas Bandar.

Di tempat yang sama, Duta ASI Kota Singkawang, Ny Malika Awang Ishak mengatakan, sebagai upaya untuk mendorong kesadaran masyarakat, khususnya ibu yang baru melahirkan, atas pentingnya menyusui, Pemkot Singkawang memberikan dukungan khusus guna terwujudnya generasi mendatang yang unggul, yakni melalui Pekan ASI Sedunia Kota Singkawang.

“Pekan ASI Sedunia di Kota Singkawang ini diharapkan dapat menyadarkan, dan menjadi upaya promosi tentang pentingnya ASI bagi kehidupan bayi khususnya, dan generasi mendatang pada umumnya,” kata Malika.

Menurutnya, bahu membahu untuk ibu menyusui merupakan hal yang sangat penting dilakukan, guna mempertahankan pemberian ASI kepada bayi. “Ketersediaan ASI bagi bayi menjadi investasi besar yang akan menjadi pilar kemajuan bangsa,” tutup Malika.

 

 

Laporan: Mordiadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here