Horeee, Kubu Raya Dapat Tambahan Kuota Bedah Rumah

Bupati: Semoga Semuanya Diakomodir Pemerintah Pusat

15
Bupati H Rusman Ali dan Wabup Hermanus serta Pj Sekda Kubu Raya, H Odang Prasetyo
Bupati H Rusman Ali dan Wabup Hermanus serta Pj Sekda Kubu Raya, H Odang Prasetyo

eQuator.co.id –  Kubu Raya-RK. Tahun ini program bedah rumah yang diberikan terhadap masyarakat kurang mampu yang tersebar di lima desa di tiga kecamatan di Kabupaten Kubu Raya berjumlah 357 unit. Bahkan, Kubu Raya mendapatkan tambahan kuota sebanyak 130 unit rumah, sehingga total menjadi 487 unit rumah.

“Jadi totalnya 487 rumah dan bangun baru sebanyak 70 rumah. Di Desa Sungai Rengas 100 rumah, Desa Kalimas 87 rumah, Desa Arang Limbung 60 rumah, Desa Kapur 50 rumah, Desa Korek 60 rumah dan yang tambahan sebanyak 130 rumah untuk daerah Kecamatan Teluk Pakedai,” ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kubu Raya, Nendar Soeheri, Kamis (5/9).

Tidak hanya bedah rumah, Nendar menambahkan, Kubu Raya juga mendapatkan pembangunan 70 rumah baru yang tersebar di tiga desa. “Yakni, Desa Kuala Karang 30 rumah, Desa Madura 20 rumah dan Desa Pasir Putih 20 rumah,” ulasnya.

Menurutnya, dari 6 ribu rumah yang diajukan sekitar 357 rumah yang lolos dilakukan verifikasi dan ditambah 130 rumah. “Alhamdulillah, Kubu Raya bisa ditambah sebanyak 130 rumah. Padahal, Kubu Raya hanya dapat jatah 357 rumah. Tetapi, karena sering berkoordinasi, sehingga ada penambahan kuota,” ujar Nendar Soeheri.

Sedangkan untuk melaksanakan pekerjaan bedah rumah dan bangun rumah baru tersebut, Nendar menuturkan, pembangunannya sudah mulai dilaksanakan. “Semuanya sudah selesai verifikasi. Pembangunan pun sudah mulai pelaksanaannya,” timpalnya.

Sebelumnya, Bupati Kubu Raya, H Rusman Ali mengatakan, sekitar 6 ribu lebih rumah yang tak layak huni sudah diajukan ke pemerintah pusat. Namun tidak semuanya yang disetujui. Program bedah rumah merupakan program pemerintah pusat, sehingga daerah Kubu Raya menjadi prioritas.

“Kubu Raya tetap dapat program tersebut. Tapi, kami belum mengetahui jumlah bedah rumah yang dilaksanakan di Kubu Raya. Keinginan kami agar semua diakomodir,” ucap H Rusman Ali.

Sekadar diketahui bahwa sebelum pelaksanaan pembangunan pemerintah pusat melibatkan dinas terkait. Yakni, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kubu Raya serta pihak desa untuk melakukan verifikasi, sehingga diputuskan rumah yang tak layak huni tersebut dibantu.

“Semuanya dilihat, mulai dari kondisi rumahnya, ekonominya dan lain sebagainya. Itu yang menjadi acuan,” ulasnya.

Melalui program bedah rumah, Bupati berharap agar bantuan bedah rumah dirawat dengan baik agar rumah bisa bertahan lama. “Nanti juga disurvey kembali setelah rumah tersebut dibangun. Sebelumnya rumah yang akan mendapatkan program tersebut sudah disurvey,” jelasnya.

Reporter: Syamsul Arifin

Redaktur: Andry Soe