Gudang Arang Jadi Arang

237
ilustrasi. net

eQuator – Pontianak-RK. Gudang di Jalan Trans Kalimantan, Sungai Ambawang—Kubu Raya ludes terbakar. Gudang tersebut berisikan tumpukan arang dan kayu, membuat api semakin membara, Sabtu (31/10) dini hari.

Gudang ini milik Aseng. Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik. Dewi karyawan Aseng yang berada di gudang, panik ketika mengetahui api membesar di tumpukan kayu dan arang. Awalnya dia melihat api dari belakang gudang.

Dewi berteriak minta tolong warga setempat. Tanpa dikomando, warga berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, sambil menunggu pemadam kebakaran tiba. Warga bahu-membahu menyiramkan air menggunakan ember.

Lagi-lagi lokasi kebakaran dipadati masyarakat. Hal ini menghambat petugas belasan pemadam kebakaran menembus lokasi kebakaran. Sampai-sampai kemacetan di jalan negara itu pun tak terelakan.

Warga yang bermukim tak jauh dari lokasi kejadian, Helmi mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 00.00. “Jam 12 malam tadi kebakaran. Ini saya tidak tahu milik siapa,” ujar Helmi.

“Warga di sini mengetahui setelah api membesar. Mendengar teriakan dari wanita yang ditinggal di gudang ini,” imbuhnya.

Dikatakannya, api semakin membesar, kemungkinan disebabkan gudang berisikan arang dan kayu. “Mungkin arang dan kayu yang membuat api cepat membesar,” katanya.

Sementara Dewi penghuni gudang yang berisikan arang dan kayu itu mengaku tidak mengetahui persis penyebab kebakaran. “Saya hanya lihat api di belakang. Mungkin karena korsleting listrik,” ungkap Dewi.

“Saya sangat terkejut melihat api yang sudah membesar. Ketika saya keluar dari kamar mandi, saya langsung teriak-teriak kebakaran, agar ditolong warga,” sambungnya.

Dewi sendiri selaku penghuni gudang arang dan kayu itu belum mengetahui kerugian yang dialami bosnya. Namun yang pasti untuk gudang yang panjang itu saja sudah mencapai ratusan juta. “Saya belum tahu,” katanya dalam keadaan panik. Kasus kebakaran ini masih diselidiki polisi. (zrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here