Gas Bocor Picu Ledakan di Restoran Beringin

Empat Orang Alami Luka Bakar

KORBAN LEDAKAN. Salah seorang korban ledakan tabung gas di Restoran Beringin dibawa ke RS Kharitas Bhakti, Kamis (17/1) pagi. Andi Ridwansyah-RK

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Luka bakar masih tampak di sekitar wajah dan tangan Hatipah. Perempuan 60 tahun itu merupakan satu dari tiga korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Kharitas Bhakti, Pontianak.

Hatipah mendapatkan pertolongan pertama usai mengalami peristiwa ledakan tabung gas ukuran 12 kilogram di Restoran Beringin, Jalan Diponegoro, Pontianak, Kamis (17/1) pagi. Nasib yang sama juga dialami Afrianto, 42 yang menderita luka luka bakar pada kaki, tangan, dan wajah. Sedangkan Maisunah, 40 dan Selatih, 38 mengalami luka bakar kaki dan tangan.

Masirat mengaku belum mengetahui banyak hasil pemeriksaan dokter terhadap Hatipah. Yang pasti, Hatipah hanya tinggal seorang diri di Kota Pontianak. “Dia ini bukan orang Pontianak. Dia orang Bangkalan dan belum berkeluarga,” jelasnya. Dikatakan dia, sudah puluhan tahun Hatipah bekerja sebagai tukang masak di Restoran Beringin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menjelaskan, peristiwa ledakan di Restoran Beringin terjadi saat karyawan mengganti tabung gas. Karena saat memasak, tabung gas yang digunakan karyawan di restoran itu sudah habis. “Kemudian diganti dengan tabung gas yang baru jenis tabung gas 12 kilo,” katanya kepada wartawan, Kamis, (17/1) siang.

Pada saat penggantian, tiba-tiba saja tabung gas yang baru dipakai bocor. Sehingga regulatornya dilepas salah seorang karyawan. Pada saat bersamaan, karyawan penjual ayam bernama Afrianto mengantarkan pesanan langganan. Afrianto dimintai tolong oleh karyawan Restoran Beringin  untuk memperbaiki tabung yang bocor tersebut.

Tabung gas tersebut dibawa Afrianto menuju bak mandi untuk mengecek kebocorannya. Saat dilakukan pengecekan, korban mengatakan di kepala tabung gas tersebut memang ada kebocoran. “Sehingga diperbaiki  dan dipasang kembali. Namun masih saja bocor,” ungkapnya.

Saat para karyawan masih sedang berupaya memperbaiki kebocoran kepala tabung gas, di dapur tersebut ada tungku api untuk memasak. Tiba-tiba saja, api dari tungku menyambar dan mengakibatkan ledakan. “Api berasal dari sambaran tungku inilah yang diduga menyambar, sehingga menimbulkan ledakan,” tuturnya.

Dipaparkannya, empat orang menjadi korban ledakan. Terparah, Hatipah. Karena mengalami luka bakar hingga 80 persen. Semua korban dilarikan ke RS Kharitas Bhakti. “Dari empat korban ada tiga yang mengalami luka agak parah, yakni luka bakar salah satunya karyawan ayam” tuturnya.

Kepolisian masih melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP). Tabung gas dan regulator yang meledak diamankan.  “Selain itu pemilik rumah makan masih dalam penyelidikan satuan reskrim polresta Pontianak,” demikian Husni.

 

Laporan: Andi Ridwansyah

Editor: Arman Hairiadi