Forkompimcam Sidak Sejumlah Pangkalan Gas 3 Kg

13
Forkompimcam sidak sejumlah pangkalan di Kota Sanggau, Selasa (4/12)---Kiram

eQuator.co.id – Sanggau-RK. Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Kapuas yang terdiri dari Camat Kapuas, Kapolsek Kapuas dan Danramil Kapuas pada Selasa (4/12) siang menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pangkalan Gas LPG 3 Kg di Kota Sanggau.

Sidak dilakukan untuk melihat langsung harga LPG 3 Kg yang dikeluhkan masyarakat. Sejumlah lokasi yang didatangi di antaranya pangkalan LPG di jalan Pangsuma dan Jalan Ampera.

Camat Kapuas, Alipius kepada wartawan menyampaikan sidak kali ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat terkait sulitnya rumah tangga memperoleh gas LPG 3 Kg.

“Kalaupun ada harganya sudah di atas harga normal. Dan berdasarkan pantauan kita ditingkat pangkalan harga masih relatif normal berkisar antara Rp 17-18 ribu pertabung,” kata Camat.

Camat menyebut, harga yang relatif tinggi ditemukan di tingkat kios atau warung yang diduga mencari keuntungan terlalu besar berkisaran antara Rp 25-30 ribu pertabung.

“Nah inilah yang akan kita lakukan pemantauan dan pengawasan terus menerus terutama menjelang Natal dan tahun baru nanti dengan melibatkan tim dan instansi lain misalnya dengan melakukan operasi pasar sehingga ketersediaan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru tetap stabil dan terpenuhi,” ungkapnya.

Camat menyebut terjadi permainan harga gas LPG 3 Kg. Meskipun tidak menyeluruh hingga di kecamatan lain namun pihaknya tetap akan melanjutkan sidak serupa untuk melihat permasalah-permasalahan yang ada di msyarakat terkait harga gas melon ini.

“Ada juga dari rumah tangga yang membeli lebih dari kebutuhan. Yang seharusnya mungkin dua tabung seminggu tapi mereka beli di atas itu, kemungkinan mereka menyetok untuk kebutuhan mereka sehingga stok yang ada dipangkalan cepat habis,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Kapuas, IPTU. Sri Mulyono membenarkan indikasi penyelewengan harga gas LPG 3 Kg terjadi di tingkat pengecer. Dari sidak ke sejumlah pangkalan, lanjut Kapolsek, harga masih normal berada dikisaran Rp 17-18 ribu pertabung. Mahalnya gas ini, kata Kapolsek, berdasarkan laporan anggotanya di lapangan diperoleh informasi bahwa suplai di SPBE mengalami hambatan karena ada satu  dari dua armada yang beroperasional setiap hari mengalami kecelakaan.

“Biasanya yang beroperasi dua kendaraan maka pada hari ini menjadi satu kendaraan. Inilah yang menyebabkan suplai agak berkurang. Bahkan jatah pangkalan pun berkurang dari yang biasanya 3-4 kali dalam semingga ternyata hanya bisa 1-2 kali dalam sepekan,” ujar Kapolsek. Bagi pedagang yang melakukan penimbunan gas LPG 3 Kg, tegas Kapolsek akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Amiruddin, pemilik pangkalan Beringin Indah di jalan Pangsuma Kelurahan Beringin kepada wartawan menyampaikan kekhawatirannya atas mahalnya harga gas LPG 3 Kg.

“Bukan, rasanya kami yang seolah-olah menaikan harga. Padahal harga di tempat kami masih normal,” kata dia. Dia menyebut, usaha peternakan ayam juga sudah menggunakan LPG 3 Kg untuk memanaskan kandang ayam.

“Saya tidak tahu apakah itu menyalahi atau tidak, untuk manaskan kandang ayam itu bukan sedikit makai gas,” bebernya.

Keluhan sulitnya memperoleh gas LPG 3 Kg disampaikan Bandi, salah satu warga kepada wartawan. “Tadi saya bawa tabung mau beli di Jalan Sutra. Masa ngasih satu jak ndak mau. Tapi yang bawa pakai pick up boleh. Harusnya masyarakat dululah yang diutamakan baru pedagang,” keluh Bandi.

 

Laporan: Kiram Akbar