Edukasi dan Perlindungan Konsumen Mesti Diperkuat

Peresmian Kantor OJK Kalbar

12
POTONG PITA. Tirta Segara menggunting pita tanda diresmikannya kantor OJK Kalbar di jalan Ahmad Yani, Pontianak, selasa (13/11). Nova Sari-RK

eQuator.co.id PONTIANAK-RK. Otoritas Jasa keuangan (OJK) Kalbar akhirnya memiliki gedung sendiri, yaitu di Jalan Ahmad Yani, Pontianak. Sebelumnya menumpang di gedung Bank Indonesia Kalbar.

Walau sewa, dengan adanya gedung baru OJK Kalbar ini menjadi harapan besar agar fungsi edukasi dan perlindungan konsumen diperkuat, terutama perbankan. Sehingga masyarakat mendapatkan akses pembiayaan dan terhindar dari investasi bodong. Mengingat masih rendahnya tingkat pemahaman literasi keuangan warga.
“Masih banyak karena mereka kesulitan mendapatkan akses pembiayaan untuk meningkatkan usahanya,” ujar Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara saat menghadiri peresmian gedung OJK Kalbar, selasa (13/11).
Tirta melihat penawaran investasi keuangan ilegal di daerah-daerah masih marak. Sehingga membuat masyarakat resah. Selain mengawasi industri keuangan, kehadiran gedung OJK Kalbar ini diharapkan dapat memberi edukasi kepada masyarakat.
Dijelaskannya, salah satu tugas OJK memberikan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Perlindungan ini terdiri dari preventif dan kuratif. Preventif yaitu melakukan edukasi meningkatkan literasi, sehingga konsumen paham produk keuangan yang akan dibelinya. “Bukan hanya manfaat atau imbal hasil, tapi termasuk risiko serta kewajiban biayanya seberapa besar konsumen harus tahu,” jelasnya.

Kalau belum paham kata dia, jangan buru-buru beli. Silahkan bertanya atau mencari informasi ke OJK dengan menghubungi call center 157. “Tanyakan apakah lembaga keuangan ini sudah resmi terdaftar dan memperoleh izin,” pesannya.
Sedangkan kuratif, yaitu apabila terjadi konsumen merasa dirugikan dengan produk keuangan. Jika ingin melakukan pengaduan, OJK siap menjadi fasilitator.
“Ini juga dilakukan agar antara tingkat inklusi atau akses keuangan dari masyarakat sekitar 68 persen dengan tingkat literasi yang hanya 30 persen kecil semakin bisa ditutup,” tuntas Tirta.
Gubernur Kalbar Sutarmidji yang turut hadir dalam peresmian tersebut menyebutkan, bahwa OJK memiliki tugas utama bagaimana semakin banyak masyarakat dapat terakses jasa keuangan. “Khusus perbankan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan usahanya,” katanya.
Pria yang karib disapa Midji ini mengatakan, OJK mesti berupaya agar masyarakat lebih banyak memahami tentang jasa keuangan. Sehingga setelah dilakukan pemahaman konsumen bisa terlibat di industri jasa ini.
“Dianjurkan pula untuk pahami tentang literasi serta perkembangannya, termasuk teknolgi tentang jasa keuangan. OJK dalam hal ini berperan mengawasi melindung nasabah, kemudian melakukan pembinaan kepada perbankan,” lugas Midji.
sementara itu, Kepala OJK Kalbar, Riezky F Purnomo, mengungkapkan, dengan kehadiran kantornya yang baru ini akan membawa manfaat bagi masyarakat. Namun dalam hal ini dukungan seluruh stakeholder juga dibutuhkan dalam upaya meningkatkan edukasi serta literasi kepada masyarakat.
“Kehadiran kantor baru OJK ini dapat menjadi manfaat bagi masyarakat. Di samping itu, juga lebih mempermudah khususnya bagi konsumen yang ingin memperoleh informasi terkait jasa keuangan,” tukas Riezky pada peresmian yang turut dihadiri Kepala Kantor BI Kalbar Prijono, Plt Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, dan Anggota Komisi XI DPR RI Michael Jeno.

 

Laporan: Nova Sari

Editor: Arman Hairiadi