Dua Balita Digigit Anjing dan Kucing

151 Warga Kapuas Hulu Digigit HPR

174
VAKSINASI. Petugas memberikan vaksin kepada warga di daerah rawan rabies beberapa waktu lalu- ist

eQuator – Putussibau-RK. Dua Bayi di bawah Lima Tahun (Balita) di Dusun Benit, Desa Landau Mentail, Kecamatan Boyan Tanjung digigit Hewan Penyebar Rabies (HPR), anjing dan kucing.

“Kami sudah memberikan Vaksin Anti Rabies kepada kedua Balita tersebut. Kemarin kami juga meminta Kepala Desa untuk menangkap anjing yang menggigit Balita tersebut,” kata Maryatiningsih, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kapuas ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/11)

Balita tersebut terdiri atas A Tet yang berusia 2,3 tahun. Bocah laki-laki ini digigit anjing pada 2 November. Kemudian Valentina, 4 tahun. Gadis kecil ini digigit kucing pada pertengahan Oktober lalu.

Nining–sapaan akrab Maryatiningsih–mengatakan, dua Balita tersebut menambah daftar panjang warga Kapuas Hulu yang digigit HPR. Hingga kini totalnya mencapai 151 orang.

“Kalau untuk daerah tertular rabies, yakni Kecamatan Bunut Hulu. Sementara daerah yang terancam HPR 12 kecamatan. Sedangkan daerah yang bebas HPR 10 kecamatan,” ungkap Nining.

Kecamatan yang bebas rabies, tetapi memiliki HPR, kata Nining, diharapkan dapat memelihara hewannya dengan baik. “Seperti dikandangkan atau diikat, jangan dibebaskan,” pintanya.

Sementara untuk mengantisipasi ancaman HPR, kata Nining, pihaknya terus melakukan penyuluhan tentang rabies. Hingga kini telah dilakukan penyuluhan di 56 desa dalam empat kecamatan, yaitu Kecamatan Bunut Hulu, Kalis, Mentebah dan Boyan Tanjung. Berikutnya, penyuluhan akan dilakukan di Lintas Utara dan Silat Hulu. “Sekarang kami memvaksinasi hewan di Bunut Hulu,” katanya.

Nining mengaku masih sangat membutuhkan vaksin tambahan. Sebab, 6.100 dosis vaksin bantuan dari Pemerintah Provini (Pemprov) Kalbar yang telah disalurkan masih sangat kurang.

“Bantuan pertama dari Pemprov Kalbar sudah digunakan kemarin. Masih banyak dari kecamatan lain yang minta vaksin, karena mereka sadar akan bahaya HPR ini,” tutur Nining.

Sebelumnya, lanjut Nining, pihaknya pernah mengajukan bantuan 11.100 dosis ke Pemprov Kalbar untuk kebutuhan enam kecamatan yang statusnya tertular dan terancam HPR.

Namun, tambah dia, Pemprov Kalbar hanya mampu memenuhinya 6.100 dosis. “Sebenarnya kami masih sangat membutuhkan vaksin. Sementara di APBD sebelumnya, pemerintah tidak menganggarkan hal tersebut,” tutup Nining.

 

 

Laporan: Arman Hairiadi

Editor: Mordiadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here