Dibunuh saat Rekan Kerja Sedang Tidur

Sadis, Dua Nyawa Melayang di Tangan Pidelis Kalis

127
DIALOG. Kombes Wawan Kristiyanto berdialog dengan tersangka di Mapolresta Pontianak, Minggu (12/8). Bangun Subekti-RK
DIALOG. Kombes Wawan Kristiyanto berdialog dengan tersangka di Mapolresta Pontianak, Minggu (12/8). Bangun Subekti-RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Tindakan Pidelis Kalis terbilang seram. Nyaris waktu bersamaan pemuda 18 tahun ini bunuh dua orang, Sabtu (10/8) dini hari.
Korban pembunuhan Florentinus dan Jon. Mayat korban ditemukan di semak-semak dekat kandang ayam. Pasalnya, kedua korban merupakan rekan kerja di perternakan ayam di Jalan Bakti TR 10 Desa Rasau Jaya 3 Kecamatan Rasau Jaya 3 Kabupaten Kubu Raya.

Ironisnya lagi, Florentinus dan Pidelis merupakan satu kampung di Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau. Sedangkan Jon, warga asal Dusun Mongkau, Sanggau.
Pidelis dibekuk jajaran Reskrim Polresta Pontianak, Minggu (12/8) sekitar pukul 00.00 WIB. Saat sedang berada di sebuah warung kopi di Jalan Tebu, Pontianak.

Baca Juga: Reka Ulang Pembunuhan Guru SMAN 7 Pontianak

“Tersangka membunuh Jon lebih dulu, baru Florentinus,” ujar Kapolresta Pontianak Kota Kombes Wawan Kristiyanto ketika menggelar press rilis, Minggu pagi (12/8).
Kedua korban dibunuh saat tidur dengan menggunakan parang dan palu. Sebelumnya, tersangka menenggak arak. Motifnya, sakit hati. Sebab kedua korban sering mengejek dan berkata kasar terhadap tersangka.

Motif lainnya, Pidelis merasa diperlakukan tidak adil. Hasil penjualan kotoran ayam, dia mendapat jatah tak sesuai. Padahal ia bekerja lebih keras dibanding kedua korban. “Jatah yang diberikan hanya bisa untuk beli arak,” jelas Kapolresta.
Terungkapnya kasus pembunuhan ini berawal dari penemuan jasad Florentinus, Sabtu (12/8) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Riyanti, istri Trisno pemilik peternakan seperti biasa datang untuk mengecek dan membuka kandang ayam. Betapa kagetnya ia ketika membuka pintu gudang melihat ceceran darah di lantai.

Baca Juga: Pembunuhan dan Mayatnya Dimasukan ke Septic Tank

Riyanti bergegas pulang ke rumahnya. Dia memberitahukan suaminya. Keduanya lantas menghubungi Polsek Rasau jaya. Sekira pukul 08.30 WIB, anggota Polsek Rasau Jaya Bripka Suparno bersama Trisno menuju peternakan tersebut. Mereka menyusuri bercak darah yang ada di tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian menemukan mayat Florentinus.
Menurut Kapolresta, pihaknya menemukan fakta lain. Ternyata tidak hanya Florentinus yang dibunuh. Tapi juga Jon. Itu setelah polisi melakukan penyelidikan ulang.

“Kami meminta keterangan saksi lagi dan menyisir TKP sekali lagi. Ternyata didapati mayat lagi dengan jarak sekitar 20 meter dari lokasi penemuan mayat pertama,” terangnya.
Dijelaskan Wawan, pertama-tama tersangka membawa mayat Jon ke dalam semak belukar. Kemudian mengangkut mayat Florentinus. “Mayat korban dibawa ke semak-semak dekat kandang ayam,” ucapnya.

Kapolresta menghimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi. Hingga membutakan nurani. “Jangan sampai menyesal kemudian setelah membunuh karena emosi. Contohnya adalah tersangka ini,” imbuhnya.
Pelaku menyesali perbuatan. Namun nasi sudah menjadi bubur. Pelaku akan dituntut dengan pasal 340 KUHP juncto pasal 338 KUHP.

Laporan: Bangun Subekti
Editor: Arman Hairiadi