Dedikasi Bidan Anik, Nyawa Pasien di Atas Segalanya

399

eQuator – Anik Setya Indah, bukan nama yang asing di telinga masyarakat Desa Darit, Kecamatan Manyuke, Kabupaten Landak. Perempuan kelahiran Demak 31 Mei 1984 itu dikenal ulet dan gigih mengemban profesinya sebagai bidan desa menyelamatkan begitu banyak ibu dan anak pedesaan.

Bahkan dalam kondisi getir sekalipun, Anik rela mempertaruhkan nyawanya sendiri demi menyelamatkan nyawa bayi-bayi di desa tempatnya bertugas. Sebuah desa di pedalaman Provinsi Kalimantan Barat yang tak gampang ditempuh.

Kini, sosok yang dikenal pantang menyerah itu telah pergi meninggalkan anak dan suami tercinta, serta semua warga desa yang menyayanginya. Anik harus menyerah pada maut setelah mengalami pendarahan hebat, Sabtu (20/11) malam.

Dari diagnosa petugas medis di RSUD Landak di Kota Ngabang, kematian Anik disebabkan oleh plasenta atau tembuni bayi yang dikandungnya lepas (solutio placenta). Sang Bayi merupakan buah hati kedua bersama sang suami, Mulyoto, anggota Polsek Menyuke.

Dapat dipastikan kalau solutio placenta yang diderita Anik akibat kelelahan karena kerja keras dalam kurun waktu panjang saat menunaikan panggilan jiwanya sebagai bidan desa. Bidan yang belum lama diangkat sebagai PNS setelah lama magang itu, seperti diungkapkan koleganya, Susi Hermawati, memang terlihat sangat lelah. Susi sempat merawat Anik pada detik-detik menjelang nyawa meninggalkan hayatnya.

“Sebelum meninggal, Anik masih sempat menangani dua persalinan warga desa yang jarak kediamannya berkilo-kilometer dari Polindes, tempat tinggalnya. Medannya begitu buruk, curam, licin dan berbatu-batu,” ungkap Susi dengan nada pilu.

Sebenarnya, Sang Suami sudah sering melarang Anik agar tidak memforsir tenaga di tengah kondisinya yang sedang hamil tua. Namun, karena Anik terlalu cinta dengan profesinya, justru khawatir mengambil cuti hamil segera. Ia seharusnya sudah bisa mengambil cuti hamilnya itu, tapi memaksakan berangkat ke lokasi yang sulit dijangkau itu.

“Sebelum berangkat, dia mengatakan kepada suaminya bahwa kondisinya saat itu sedang baik-baik saja. Dan, kedua bayi yang ditolongnya dalam kondisi sehat walafiat,” ungkap Ny. Hj. Yusniati, SKM, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kalbar, kepada Rakyat Kalbar, menyitir laporan Bidan Susi Hermawati.

Namun keesokan paginya, sekitar pukul 07.00, Anik mendadak merasakan nyeri di perut seperti nyeri mau melahirkan. Oleh suaminya, Anik akan dibawa ke RS di Pontianak. Tapi, mengingat jarak, akhirnya Anik dibawa ke RS Landak. Sesampainya Anik di RS Landak sekitar pukul 08.10, tiba-tiba terjadi perdarahan hebat.

“Setelah di USG, ternyata bayi dalam kandungan tak tertolong. Anik sempat bilang ke suami, tidak apa-apa belum rezeki kita punya anak,” kata Bidan Yusniati, lirih.

Namun, hanya dalam beberapa menit kemudian, terjadi lagi kontraksi perut yang amat sangat. Anik pun meminta untuk dilakukan operasi caesar. Akhirnya dilakukanlah operasi tersebut.

Malang, menurut hasil laboratorium pada sekitar pukul 09.50, hemoglobin Anik menurun dari 9,0 gr menjadi 7,2 gr. Dan, sekitar pukul 09.20, Anik didiagnosa mengalami solutio placenta dan terjadi lagi perdarahan hebat sampai shock.

Sang Suami berupaya mencari darah kemana-mana karena saat itu stok darah di Ngabang dalam keadaan kosong. Mulyoto pun mendatangi beberapa PMI sampai ke PMI Sanggau. Bahkan, dia juga sempat memboyong semua teman-temannya ke RS Landak untuk menyumbangkan darah,

Paskaoperasi kondisi Anik tak kunjung membaik. Anik kritis dan akhirnya meninggal sekitar pukul 18.00 sebelum darah yang diusahakan Mulyoto datang. “Itulah profesi bidan, kita sulit untuk menolak panggilan jiwa. Anik mengabdi tak hirau akan dirinya. Innalillahi waina ilaihi rojiun, semoga diluruskan jalannya ke sisi Allah,” ucap Yusniati, semua anggota IBI Kalbar berduka atas kepergian dan pengorbanan Bidan Anik.*

Editor: Mohamad iQbaL

1 Komentar

  1. Mengabdikan diri hingga ajal menjemput, semoga semua amal kebaikan yang sudah dilakukan Almarhumah akan menjadi bekal bagi dirinya kelak. Al-Fatihaah…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here