Cerminan Muslim Pontianak Sangat Religius

Peserta Khataman Massal Alquran Membeludak

ANTUSIAS. Para peserta antusias mengikuti Khataman Massal Alquran di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (20/10) pagi. Maulidi Murni-RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Untuk kali ketiga, Pemerintah Kota Pontianak menggelar Khataman Massal Alquran di Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (20/1). Kegiatan dalam rangka Hari Jadi (Harjad) ke 247 Kota Pontianak ini disambut antusias peserta.

Tahun ini peserta Khataman Massal Alquran kembali membeludak. Lebih dari 20 ribu pelajar mengikuti Khataman Massal Alquran ini. Para peserta mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA se Kota Pontianak ini memadati Masjid Raya Mujahidin hingga ke lantai dasar.
Prosesi khataman massal dengan membaca beberapa Surah Alquran secara bersama-sama. Pembacaan dituntun sepuluh peserta Khataman Massal Alquran lainnya. Yang duduk di depan menghadap ribuan peserta lainnya.
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, peserta Khataman Massal Alquran tahun ini melebihi target. Awalnya, pihak panitia hanya menargetkan 15 ribu peserta. “Tahun ini Khataman Massal Alquran saya perkirakan di atas 20 ribu peserta,” ujarnya.
Dijelaskan Edi, Khataman Massal Alquran ini rutin digelar setiap tahunnya sebagai rangkaian Harjad Kota Pontianak. Membeludaknya jumlah peserta sebagai simbol semangat dan cerminan bahwa umat Muslim Kota Pontianak sangat religius. “Harapan kita dengan digelarnya Khataman Massal Alquran bisa menjadikan generasi muda Kota Pontianak yang Qurani dan Islami,” harapnya.
Pemkot kata Edi, akan memberikan sertifikat kepada para peserta Khataman Massal Alquran. Sertifikat itu ditandatangani langsung oleh dirinya. Pasalnya, Pemkot telah memprogramkan bagi pelajar beragama Islam lulusan tingkat SMP wajib khatam Alquran. Dibuktikan dengan sertifikat khatam Alquran sebagai syarat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. “Ini sebagai motivasi para orangtua dan anak-anak agar bagaimana Alquran ini dibaca, dipahami dan diterapkan,” lugas Wali Kota Pontianak terpilih ini.
Pihaknya juga akan memberdayakan guru-guru ngaji yang ada di Kota Pontianak. Para guru ngaji setiap tahun diberikan tunjangan.
“Semakin banyak guru ngaji, semakin bagus. Semakin banyak Hafiz Alquran di Kota Pontianak semakin bagus. Kita harapkan Kota Pontianak mendapat keberkahan dari Allah, SWT,” harapnya.
Dikatakan Edi, pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak untuk mencetak Qori/Qoriah berkualitas. Sehingga bisa mengharumkan nama Kota Pontianak khususnya dan Kalbar pada umumnya di tingkat nasional.
Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kota Pontianak, Mulyadi menerangkan, pertama kalinya Khataman Massal Alquran digelar diikuti 5 ribu peserta. Pada perhelatan kedua, sebenarnya ditargetkan 15 ribu peserta. Namun pesertanya membeludak hingga 27 ribu lebih.

Kala itu, Khataman Massal Alquran di Kota Pontianak berhasil memecahkan Musieum Rekor Indonesia (MURI). Rekor ini belum terpecahkan sampai sekarang. “Kemudian pada tahun 2018 ini kami targetkan peserta 15 ribu, tetapi membeludak seperti tahun sebelumnya,” jelasnya.
Mulyadi juga memastikan para peserta akan mendapatkan sertifikat khatam Alquran yang ditandatangani Plt Wali Kota Pontianak. “Sertifikat diberikan berdasarkan data-data yang dikirim sekolah-sekolah yang mengikutsertakan anak didiknya,” jelasnya.
Mulyadi mengaku bersyukur dengan membeludaknya peserta Khataman Massal Alquran. Ini membuktikan para orangtua sangat antusias mengikutsertakan anak-anaknya dalam Khataman Massal Alquran ini.
“Ini adalah modal dasar yang sangat baik untuk mengembangkan generasi muda kita ke depan menjadi generasi muda Qurani,” tutup pria yang juga menjabat Sekda Pontianak ini.

 

Laporan: Maulidi Murni

Editor: Arman Hairiadi