Cek Fakta: Pria yang Ancam Jokowi Bukan Dheva Suprayoga

eQuator.co.id – VIRAL sebuah video seorang pemuda melontarkan ucapan bernada ancaman kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam video berdurasi sekira 17 detik yang diunggah akun Instagram @jurnalpalma, tampak seorang pemuda berbaju coklat dan memakai peci hitam menyatakan siap memotong leher orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Lokasi pengambilan video itu diduga saat aksi unjuk rasa di depan Bawaslu pada Jumat, 9 Mei 2019. Di sekeliling pemuda itu juga terlihat sekumpulan massa aksi lainnya. Tak hanya itu, ciri-ciri lainnya, tampak warna pagar kantor Bawaslu RI yang berwarna abu-abu. Lokasi gedung itu berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Viralnya video ini membuat netijen mengeluarkan spekulasi yang beragam. Ada yang bilang pria dalam video itu adalah Dheva Suprayoga. Seperti yang diunggah akun twitter @ulinyusron (http://bit.ly/2vPoEd3).

Dalam cuitannya, akun @ulinyusron menuliskan narasi sebagai berikut: “Sabar aja. Nanti juga bakal ketemu. Ada juga yang bilang pria dalam video tersebut atas nama: DHEVA SUPRAYOGA. NIK: 3305121103950003. Tgl Lahir: Kebumen, 11 Maret 1995. Status: Mahasiswa. Alamat: Gg. Terate No. 20 RT 001 RW 003 Desa Kebumen Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen”.

Menanggapi hal ini, Dheva Suprayoga kemudian memberikan klarifikasi melalui videonya. Dia menegaskan, bahwa di waktu kejadian sedang berada di Kebumen, bukan Jakarta. Berikut kutipan utuh klarifikasi Dheva:

“Selamat siang. Nama saya Dheva Suprayoga, alamat Gang Teratai Nomor 20, Kebumen, (Jawa Tengah). Saya ingin meluruskan dan mengklarifikasi bahwa dari kemarin saya tidak melakukan bepergian.

Dan saya kemarin juga salat Jumat di Masjid Darussalam, di Kebumen. Saya alumni SMA Taruna Nusantara, dan saya berani menjamin bahwa orang di video tersebut bukan saya. Dan saya mendukung upaya Polri untuk menangkap pelaku dan menyelesaikan kasus ini secepat-cepatnya. Terima kasih.”

Sementara itu, Aribowo Sasmito, Co-Founder, Head of Fact Checker Committee di Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) menyebutkan, bahwa konten yang dibagikan akun @ulinyusron adalah konten yang menyesatkan.

“Dimana penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu. Pemilik akun membagikan informasi tanpa memastikan sebelumnya mengenai valid atau tidaknya informasi tersebut,” jelas Ari dalam debunk-nya, Sabtu (11/5).

Sementara itu, pria yang sebenarnya mengancam Jokowi berinisial HS. Dia sudah ditangkap anggota Polda Metro Jaya, Minggu (12/5). “Penangkapan terhadap pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Minggu (12/5).

Menurut Argo Yuwono, pelaku ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, pada Minggu pagi sekira pukul 08.00 WIB. Adapun alamat tinggal HS di Palmerah Barat, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. (oxa)