Cek Fakta: Heboh Video Penyerangan yang Disebut di Papua

eQuator.co.id – AKUN facebook (FB) Anisah Saraswati mengunggah sebuah video yang memperlihatkan sekelompok orang sedang melakukan perusakan terhadap bangunan.

Dalam video berdurasi 43 detik itu, tampak juga ada dua anggota TNI di dalam video tersebut. “Ini Negara kita pemerintah nya kemana ? Kok sudah lama Papua begini masih DIAM saja tanpa suara apalagi aksi nya. Mau nanya arti dan maksud dari “NKRI harga mati” itu apa?” tulis Anisah dalam postingannya.

Postingan video ini sudah dibagikan 1.920 kali saat tangkapan layar diambil. Setelah ditelusuri, video tentang penyerangan terhadap anggota TNI di Papua ternyata tidak benar. Kejadian yang terekam dalam video tersebut bukan terjadi di Papua, melainkan di Jambi.

Fakta ini sebagaimana dikutip dari situs pemberitaan media kredibel dengan judul “Kronologi Penyerangan Anggota TNI-Polri di Jambi”.

Yang isinya bahwa: Sejumlah anggota TNI Polri menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang saat mengawal pemadaman kebakaran lahan di Distrik VIII PT Wira Karya Sakti (WKS), Jambi.

Sebanyak empat aparat keamanan harus menjalani perawatan dengan dua di antaranya mengalami luka berat.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyampaikan, peristiwa itu berawal saat kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang diketuai oleh Muslim (M), membakar sejumlah lahan konsesi PT WKS di Kabupaten Batanghari, Jambi.

Muslim bersama kelompoknya diduga menempati lahan seluas 200 hektare itu secara ilegal. Meski sudah ada komunikasi dengan pihak perusahaan, namun selalu menemui jalan buntu.

“Kegiatan saudara M dan yang menyewa itu membakar lahan itu. Pohon Akasia itu ditebangin untuk mereka mengelola ulang dengan tanaman biasa, singkong, dan lainnya. Ketika dilakukan pemadaman kebakaran oleh pengamanan TNI Polri, terjadi penyerangan. Sekitar 200 orang menyerang,” tutur Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (19/7).

Atas peristiwa itu, petugas melakukan pengejaran terhadap pelaku kerusuhan tersebut. Sebanyak 49 orang pun telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi waktu KLH ke sana dan memadamkan itu, teman-teman TNI Polri mendampingi. Tapi masyarakat marah dan tidak suka, dan terjadi penyerangan. Termasuk perusakan mess di sana,” jelas dia.

Asep menampik bahwa anggota TNI Polri yang disiagakan untuk memadamkan api merupakan bekingan pihak perusahaan.

“Tidak. Di sana mengawal pemadaman,” Asep menandaskan.

Dengan demikian, konten yang dibagikan akun Anisah ini adalah konten yang salah atau disinformasi.

“Dimana ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah,” kata Adi Syafitrah, salah satu Relawan Masyarakat Anti Fitnah, Hasut dan Hoax (Mafindo) dalam ulasan periksa faktanya, Jumat (26/7). (tri)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!