Cek Fakta: Kabar 10 Orang Terseret Ombak di Pantai Sawarna

eQuator.co.id – BEREDAR postingan video di platform Youtube (Yt) yang memberikan informasi mengenai 10 orang meninggal karena terseret ombak di Pantai Sawarna, Banten. Dalam video yang dipublikasikan channel Yt Wahyu Motovlog tersebut terlihat beberapa jasad korban sudah dievakuasi warga dan petugas setempat.

Video berjudul “10 orang terseret ombak di pantai sawarna banten, harap berhati hati ya guys” itu dapat ditonton di https://youtu.be/GVVCfwDlXcQ.

Dalam deskripsinya, pemilik akun mempublikasikan video berdurasi 1 menit 23 detik itu pada 9 Juni 2019. “Info dari warga setempat , belum tertemukan semua Harap barhati hatu ya guys , jaga etika , sopan santun di jaga karena dunia mistik juga ada”.

Setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Research Hoax Crisis Centre (HCC) Kalbar, Ramses Tobing, faktanya kejadian tersebut bukan terjadi di Pantai Sawarna, Banten.

“Kejadian sebenarnya terjadi di Pantai Dusun Sinar Laut, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada Kamis, 6 Juni 2019,” terang Ramses kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Ia melanjutkan, jumlah korban yang meninggal adalah 5 orang. Bukan berjumlah 10 orang, seperti tertulis pada judul di video tersebut.

“Seperti dalam pemberitaan di sejumlah media online mainstream lainnya. Bahwa, Babinsa Desa Tarahan Sertu Kurdi menyebutkan lima korban awalnya sedang berlibur pada Kamis pagi,” terangnya.

Juga disebutkan, kelima orang korban meninggal tersebut diketahui bernama Sukiri (17), Riski (17), Yan (18), Fikri (18), dan Nisa (16) seorang perempuan.

Kelimanya merupakan warga Dusun I Batu Liman, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.

Sebelumnya, sebanyak tujuh orang terseret arus ombak besar, namun dua orang berhasil diselamatkan. Dua korban yang selamat itu bernama Agus dan Lukman.

Kejadian berawal saat tujuh orang tersebut berenang ke tepi pantai dan hingga ke arah laut yang lebih dalam. Saat berenang, salah satu korban terseret dan tertarik ombak hingga ke tengah.

Mereka saling tolong sehingga akhirnya mereka berlima ikut tenggelam. Sementara mereka semua tidak bisa berenang dan akhirnya ditemukan di lokasi terpisah. (oxa)