Avanza Pertama di Perempatan, Avanza Dua dan Tiga di Pertigaan

Di Balik Kelahiran Bayi Kembar Tiga Avanza Bersaudari di Serang

BAYI. Tiga bayi Azri Prihatna dan Mumun Muafiah bernama Nazrina Khaira Avanza, Nazrina Haura Avanza, Nazrina Khaula Avanza di rumahnya Kampung Cibata, Mangunreja, Puloampel, Serang, Banten, Jumat (7/9). Adi Mulyadi/Radar Banten

Tiga anak kembar buah hati pasangan Azri Prihatna-Mumun Muafiah lahir dalam mobil saat menuju rumah sakit. Ide nama datang spontan meski mobil tersebut bukan milik mereka.  

ADI MULYADI, Serang

eQuator.co.id – BARU saja Avanza disusui, Avanza satunya menangis. Susu formula pun dikeluarkan untuk membantu menenangkan. Eh, tak lama berselang Avanza yang lainnya ikutan mewek.

Itulah kerepotan harian Mumun Muafiah kini. Setelah dikaruniai tiga Avanza. Bukan nama mobil ya, meski memang ada kaitannya.

Ketiganya bayi cantik perempuan kembar tiga. Yang masing-masing diberi nama Nazrina Khaira Avanza (anak pertama),  Nazrina Haura Avanza (kedua), dan Nazrina Khaula Avanza.  ”Nggak repot kok, malah senang,” kata perempuan 23 tahun itu kepada Radar Banten (Jawa Pos Group).

Bagaimana tidak bahagia, ketiganya lahir lewat perjuangan dramatis. Di atas sebuah mobil yang kelak berkontribusi pada penanda si kembar tiga.

Suasana di dalam mobil Toyota Avanza itu mendadak tegang. Mumun mengalami kontraksi hebat. Padahal, yang dituju, RSKM Kota Cilegon, belum sampai.

Azri Prihatna, sang suami, spontan bertakbir. Begitu pula sang mertua, Marfiah, dan tiga kakak Marfiah: Marjuki, Hamka, dan Solehudin.

Mereka berlima mengantarkan Mumun yang sebelumnya mengalami kontraksi di rumahnya di Kampung Cibaga, Puloampel, Serang. ”Ibu mertua memangku istri di deret kursi bagian tengah, didampingi Wak Hamka,” kata Azri.

Solehudin yang juga pemilik mobil duduk di belakang setir. Didampingi Marjuki di sebelahnya. ”Saya duduk di kursi belakang,” kenang pria 26 tahun itu tentang perjalanan menegangkan pada Senin pagi (27/8) itu.

Marfiah sebenarnya berharap agar mobil melaju lebih kencang. Namun, apa daya, lebar jalan kampung yang sempit dan banyak polisi tidur membuat mobil harus berjalan pelan.

Akhirnya yang tak terbayangkan itu terjadi. Di perempatan Saliraindah, Puloampel, bayi pertama lahir. Perempuan.

Melihat Mumun sudah melahirkan, Solehudin membatalkan laju kendaraan menuju RSKM. Ganti mencari klinik terdekat. ”Saya yang memegang tangan Mumun, kakak saya Hamka yang memegang bayi” ujar Marfiah.

Sepuluh menit kemudian, keluar pula dari rahim Mumun bayi kedua. Kali ini di pertigaan Pengoreng, Kecamatan Puloampel. Sama, perempuan.

Bayi pertama pun disimpan di pangkuan Hamka, sementara bayi kedua di tangan. ”Waktu itu ari-ari belum diputus,” tutur Marfiah.

Semua yang di dalam mobil pun menganggap selesai sudah. Sebab, dari pemeriksaan sebelumnya, dokter kandungan mengatakan Mumun mengandung bayi kembar dua. ”Itu USG empat dimensi lho,” kata Mumun.

Di luar dugaan, muncul lagi bayi ketiga dari rahim Mumun. Semua yang di dalam mobil tentu saja sangat kaget. ”Kami kira itu ari-ari, ternyata anak ketiga,” kata Marfiah yang mendampingi Mumun dan Azri saat ditemui Radar Banten.

Karena Hamka sudah memegang dua bayi, yang ketiga tidak terpegang. Akhirnya Marjuki yang duduk di depan langsung memutar badan dan memegang anak ketiga. ”Itu sepuluh menit paling menegangkan dalam hidup saya,” kata Azri.

Doa-doa meminta keselamatan terus dikumandangkan di saat Solehudin terus mencari klinik terdekat. Sementara ari-ari tiga bayi kembar masih menguntai dari rahim ke perut sang ibu.

Akhirnya setelah 20 menit mencari, Solehudin melihat Klinik Keluarga di Kampung Bakri Sumur Ranja, Kelurahan Puloampel, Kecamatan Puloampel.

Bidan Nani Carini dan Risa langsung melakukan penanganan pertama. Kemudian, ditindaklanjuti dokter Zaenul yang menangani sang ibu dan tiga anak kembar tersebut. ”Saya dengan bidan Risa langsung mendatangi mobil dan memotong ari-ari di dalam mobil,” kata Nani.

Sesudahnya, Mumun dan tiga bayi dibawa ke ruangan. ”Saat itu betul-betul tegang, Mas. Tapi, kalau sekarang diingat-ingat, kami tertawa bahagia karena berhasil melewatinya,” jelas Marfiah.

Ide nama Avanza itu menghampiri Azri tiba-tiba. Spontan. Sama sekali tak dipersiapkan. Mobilnya saja bukan punya mereka.

Jadi, murni terinspirasi dari kejadian dalam mobil Toyota Avanza yang membawa mereka. Mumun yang diajak diskusi pun menyetujui pilihan sang suami. ”Terus saya cari di internet, ternyata artinya bagus juga,” kata Azri yang bersama Mumun sebelumnya dikaruniai anak perempuan yang kini berumur 11 bulan.

Avanza 1, Avanza 2, dan Avanza 3 pun kini dalam kondisi sehat. Bidan Nani telah pula menindik mereka.

Mumun pun mengaku tak kerepotan. Meski, ada tiga Avanza yang setiap saat menunggu untuk diisi bensin, eh maaf, ASI. (*/JPG)