Aneh! Listrik Sering Padam, Kok Subsidi Dicabut

205
Ilustrasi.Net

eQuator – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan mengkritisi rencana pemerintah mencabut subsidi listrik terhadap 23 juta pelanggan. Menurut Heri, rencana itu sama saja pemerintah menambah berat beban rakyat.

“Rencana pencabutan subsidi 23 juta pelanggan listrik golongan 450-900 VA, harus dipikirkan secara matang. Pencabutan itu akan dipandang tidak sensitif terhadap keadaan masyarakat yang ekonominya sedang merosot,” ucap Heri saat dikonfirmasi, Kamis (5/11).

Politikus Partai Gerindra itu berpendapat, pencabutan tersebut tidak tepat di saat listrik sering padam, terutama di daerah-daerah. Di mata masyarakat, ini tidak logis. Di mana terjadi kenaikan tarif tapi listriknya sering mati sehingga masyarakat sia-sia saja bayar listrik mahal.

Di samping itu, hal lain yang penting adalah soal transparansi Harga Pokok Produksi (HPP) listrik. Mestinya, sebelum menaikkan tarif, perlu dijelaskan secara terbuka dan transparan berapa sebetulnya HPP listrik PLN. Dengan begitu, masyarakat akan tahu berapa sebetulnya harga yang harus dibayarkan oleh masyarakat.

“Pemerintah juga mesti menghitung secara matang sejumlah aspek yang harus dipertimbangkan, seperti inflasi, nilai tukar dan harga minyak mentah Indonesia,” tegasnya.

Heri berharap, akan ada pemecahan yang lebih arif terkait listrik. Upaya efisiensi PLN jangan terus-terusan digeser ke masyarakat dengan membayar listrik yang makin mahal, sedangkan kualitasnya tidak diperhatikan.

Untuk diketahui, inefisiensi di PLN itu rata-rata triliunan rupiah setiap tahun. Inefisiensi itu terjadi antara lain, karena tingginya biaya bahan baku. Itu sudah terjadi dari tahun ke tahun, karena gagalnya perencanaan listrik nasional. Dan itu terus-menerus menambah beban rakyat.

“Sekali lagi, pemerintah harus lebih arif. Pemerintah tidak boleh terus-menerus menggeser beban inefisiensi, termasuk beban defisit APBN 2016, ke masyarakat dengan jalan memotong subsidi yang menjadi haknya,” ujarnya. (jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here