Anak Pasangan Pemulung dan Buruh Cuci Lolos Seleksi Polisi

15
LOLOS SELEKSI. Bhabinkamtibmas Desa Sungai Ringin, Brigadir Anggre Jaya Laksana bertemu dengan Niko dan ibunya di Desa Sungai Ringin, Jumat (3/8). Meski ayah dan ibunya merupakan pemulung dan buruh cuci, Niko berhasil lolos Seleksi Penerimaan Bintara Polri Tahun 2018. Abdu Syukri
LOLOS SELEKSI. Bhabinkamtibmas Desa Sungai Ringin, Brigadir Anggre Jaya Laksana bertemu dengan Niko dan ibunya di Desa Sungai Ringin, Jumat (3/8). Meski ayah dan ibunya merupakan pemulung dan buruh cuci, Niko berhasil lolos Seleksi Penerimaan Bintara Polri Tahun 2018. Abdu Syukri

eQuator.co.id – Sekadau-RK. Niko Jackson, warga Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir merupakan satu dari sekian banyak warga yang beruntung. Betapa tidak, meski bapaknya pemulung dan ibunya buruh cuci, namun ia berhasil lolos Seleksi Penerimaan Bintara Polri Tahun 2018 di lingkungan Polda Kalbar.

Berita gembira bagi Niko ini pertama kali diungkapkan Bhabinkamtibmas Desa Sungai Ringin, Brigadir Anggre Jaya Laksana, Jumat (3/8). Anggre yang ikut andil dalam membina Niko mengaku sangat gembira. “Alhamdulillah, hari ini (kemarin, red) kami merasa ikut terharu dan bahagia sekali,” kata Anggre.

Kebahagiaan itu, karena mendapatkan kabar bahwa ada dua warga Sungai Ringin berhasil lolos seleksi, untuk mengikuti Pendidikan Bintara Polri. “Salah satunya adalah Niko Jackson,” sambung Anggre.

Niko berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Antonius Gondo sehari-hari merupakan petugas kebersihan. Untuk menambah penghasilan, ia juga memungut barang bekas untuk dijual. Sementara, ibu Niko bekerja sebagai tukang cuci.

Lolosnya Niko Jackson dalam penerimaan Polri merupakan buah dari kemauannya yang kuat, serta dukungan dari keluarganya. Anggre memastikan tidak ada embel-embel dalam penerimaan Polri. “Dukungan keluarga dan tekad kuat dari Niko berhasil mengantarkannya menuju masa depan dan cita-citanya untuk menjadi anggota Polri,” papar Anggre.

Dia menegaskan, menjadi anggota Polri tidak dipungut biaya dan tidak ada sistem titip-menitip maupun katebelece. “Semua yang didapatkan hasil penilaian murni berdasarkan kemampuan dari para calon itu sendiri,” pungkas Anggre. (bdu)