Amplang Ketapang Menarik Perhatian Pengunjung

112
Stan pameran yang diikuti Pemkab Ketapang di Bandung. Humas

eQuator – Bandung-RK. Potensi pariwisata, investasi, perdagangan, kerajinan dan seni budaya yang ada di Kabupaten Ketapang diperkenalkan di Bandung Jawa Barat. Pengunjung tampak  antusias ingin tahu potensi yang ada di Ketapang. Bahkan amplang kuliner Ketapang dan hasil kerajinan ayaman menarik perhatian pengunjung.
“Amplang yang dibawa hanya  contoh produk unggulan rumah tangga di wilayah Ketapang ternyata cukup di gemari,” kata C.Enny A, Kabag Perekonomian Setda Ketapang kemarin.
Melalui pameran yang dilakukan di luar Kalbar, harapanya  dapat memperkenalkanpotensi wilayah ini kepada investor. Sementara, ditambahkan Sy.Mahadi, salah satu kasubbag di Bagian
Perekonomian Setda Ketapang bahwa dari sejumlah pameran memang amplang sangat diminati dan laris manis. Dengan demikian potensi amplang mempunyai segment pasar di luar Kalbar.
Demikian juga potensi kerajinan asal Ketapang cukup diminati warga Bandung. Salah satu masukan dari warga dalam produksi juga harus didukung dengan kualitas produk kerajinan, salah satunya kerapian hasil pekerjaan tangan. Keingin tahuan akan potensi wisata di Ketapang
juga terlihat dari pertanyaan pengunjung. Salah satu yang sangat diminati untuk diketahui adalah seni budaya yang ada di Kalimantan.

Selain menjadi ajang promosi potensi wisata, perdagangan. investasi, kerajinan tangan dan seni budaya. Pameran yang pertama kali diiikuti Pemkab Ketapang di Kota Bandung sekaligus juga ajang mempererat silaturahmi Bandung yang pernah berdomisili di Ketapang, dan Kalimantan Barat pada umumnya.
Dengan meningkat silaturahmi dan bertukar informasi daerah tersebut, selaian “pengobat rindu” akan kampung halaman juga memberikan informasi peluang dan tantangan dalam
menggali potensi wilayah.
“Saya cari-cari stand Kalbar, ternyata ada peserta dari Ketapang, saya senang sekali ketemu orang Kalbar disini, sudah 25 tahun saya menetap disini (Bandung),” ujar  Hendro Purnomo, salah satu dosen di Jawa Barat.
Pameran yang berakhir pada Minggu malam tersebut, maka cukup banyak pertukaran informasi dalam mengembangkan potensi wisata, kerajinan, perdagangan, investasi dan seni budaya. Apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir 2015 mendatan. Masyarakat dan
pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sehingga tidak terlibat dalam penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).(Jay-Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here