Aksi Heroik Siswa SMP Kelas 1 Tuai Pujian

Mendikbud Apresiasi Pelajar yang Memanjat Tiang bendera

22
SISWA PEMBERANI. Siswa Kelas 1 SMPN 1 Silawan, Yohanes Gama Marchal Lau memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali bendera yang tersangkut di ujung tiang saat upacara HUT ke 73 Kemerdekaan RI di Lapangan Pantai Motaain Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, Jumat (17/7). Longginus Ulan/Timor Ekspress

eQuator.co.idATAMBUA- RK. Suasana upacara pengibaran bendera merah putih saat upacara peringatan HUT proklamasi kemerdekaan RI ke 73 di lapangan upacara pantai Motaain kemarin (17/08) pagi berlangsung tegang. Pasalnya bendera merah putih yang siap dikibarkan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tidak berhasil dikibarkan lantaran tali pengikat bendera merah putih tiba-tiba putus saat paskibara akan mengibarkan bendera merah putih.

Walau demikian kasus bersejarah ini berhasil diselamatkan oleh seorang siswa kelas I SMP Negeri Motaain Yohanes Ande Kala yang saat itu siaga dalam barisan bersama teman-teman se-sekolah pada upacara HUT proklamasi kemerdekaan ke 73 di Motaai  kemarin.

Kejadian bersejarah ini terjadi saat wakil bupati Belu J. T. Ose Luan bertindak selaku inspektur upacara di Motaain kemarib pagi.

“Paskibrakanya  yang sudah menyatakan bendera siap lalu dua orang paskibraka yang bertugas tarik tali bendera juga mulai tarik tarik tali benderanya. Baru tarik tali benderanya tiba-tiba tali pengikat bendera merahnya putus sehingga bendera merah putih tidak jadi berkibar, tapi lagu indonesia raya tetap dinyanyikan dan Paskibraka dan  peserta upacara lainnya tetap dalam posisi siap sampai selesai,” jelas Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan usai upacara HUT proklamasi kemerdekaan RI ke 73 kemarin sore.

Menurut Wabup Belu bendera merah putih berhasil dikibarkan setelah bocah 14 tahun  Yohanes Ade Kala secara spontan bergegas dari barisannya dan  menuju tiang bendera lalu panjat untuk mengambil ujung tali bendera yang sudah terlanjur tersangkut pada puncak tiang bendera. ” Setelah lagu indonesia raya dinyanyikan lalu dari mimbar saya bilang tolong cari anak-anak yang bisa panjat untuk ambil ujung talinya, tiba- tiba saya lihat ada anak kecil berpakaian seragam SMP muncul dan menuju tiang bendera kemudian berusaha panjat tiangnya tapi sebelumnya saya suruh dia lepaskan sepatunya setelah itu baru anak kecil ini panjat tiang dan ambil ujung tali bendera dari puncak tiangnya,” jelas Wabup Belu.

Bendera merah putih kata Wabup Belu dikibarkan lagi tanpa lagu indonesia raya oleh paskibraka setelah bocah Yohanes Ande Kala berhasil membawa turun tali bendera merah putih dari puncak tiang bendera. “Jadi setelah Johni bawa turun tali bendera dengan cara menggigit ujung talinya  sampai di tanah lalu bendera merah putih kami kibarkan lagi dalam keadaan semua peserta siap tanpa menyanyikan lagu indonesia raya,” jelas Wabup Luan.

Sementara bocah 14 tahun kelahiran 2004 lalu ini mengaku setelah mendengar imbauan wakil bupati Belu, dirinya langsung spontan meninggalkan barisannya dan menuju tiang bendera untuk menjemput ujung tali bendera dari puncak tiang bendera. Johni siswa kelas I SMPN Silawan ini mengakui kondisi kesehatannya sempat terganggu sebelum mengikuti upacara bendera kemarin pagi. “Sebelumnya saya perut sakit tapi untung  ibu bidan kasi obat untuk saya minum setelah itu baru pergi ikut upacara. Begitu dengar himbauan pak wakil bupati langsung saya lari menuju tiang bendera dan panjat tiang bendera untuk ambil ujung tali bendera yang tersangkut di puncak tiang bendera,” ungkap Johni.

Keputusan untuk menjemput ujung tali bendera dari puncak tiang bendera kemarin pagi menurut johni tanpa diiming iming tertentu. ” Kebetulan saya biasa panjang pohon pinang kelapa dan pohon lainnya. Jadi saya optimis pasti bethasil panjat tiang bendera dan bawa turun tali benderanya,” ujarnga.

Sementara  bapak kandung Johni, Victorino Fahik Marchal  mengaku bangga dengan upaya putranya untuk menurunkan tali bendera merah putih  dari puncak tiang bendera kemarin pagi. Marchal juga mengaku terkejut saat mendengar putranya bisa berjuang menjemput ujung tali bendera merah putih dari puncak tiang ketika berlangsung upacara peringatan HUT proklamasi kemerdekaan RI ke 73 kemarin. ” Sebagai warga negara indonesia ex Tim Tim saya bangga dengan perjuang anak saya. Sebab walaupun masih kecil tapi dia sudah punya semangat nasionalisme demi NKRI,” ujar Fahik Marchal.

Terpisah, aksi heroik Yohanis Gama Marschal Lau patut diacungi jempol. Pasalnya, dia memanjat tiang bendera saat upacara Kemerdekaan Indonesia di Atambua. Aksi tersebut dilakukannya lantaran tali yang di tiang bendera bermasalah.

Aksih Yohanis langsung viral di media sosial. Siswa SMP N Silawan itu menuai banyak pujian oleh warga net. Tak hanya itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi pun memberi apresiasi. ” Itu kejadian luar biasa. Simbol pratiotisme anak jaman now,” kata Muhadjir saat dihubungi Jawa Pos kemarin (17/8).

Muhadjir menuturkan bahwa keberanian anak kesembilan pasangan Victorino Fahik dan Iorenca Gama merupakan aksi yang berani. Yuhanis memiliki inisiatif untuk memanjat tiang bendera yang tinggi. “Dengan keberania anak itu, telah menyelamatkan sang saka Merah Putih yang hampir gagal berkibar,” ucap Muhadjir.

Dalam video yang ditayangkan di akun Kementeria Luar Negeri, @Kemlu_RI, Yohanis nampak tak ragu untuk memanjat tiang bendera. Kepalanya terus mentap ke atas ketika memanjat. Tepuk tangan peserta upacara seolah menjadi penyemangatnya. Saat turun, dia langsug dijemput oleh beberapa aparat untuk diantar kenpodium kehormatan. (Jawa Pos/JPG)