Rakyat Kalbar

Kabar Baik, OJK Umumkan Literasi  Keuangan Kalbar Alami Pertumbuhan

Nova Sari
Bagikan WhatsApp

eQuator.co.id-KUBU RAYA .Menandai satu dekade pelaksanaan kegiatan tahunan Bulan Inklusi Keuangan (BIK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat menghelat kegiatan bertajuk “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”.

Kegiatan ini digelar di Gaia Bumi Raya City, pada jumat (30/10). Dimana dengan menandai satu dekade pelaksanaan kegiatan tahunan Bulan Inklusi Keuangan.

Sejak tahun 2016, melalui Perpres No. 82 Tahun 2016 Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), OJK, Bank Indonesia, dan beberapa Kementerian/Lembaga, bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan, menetapkan bulan Oktober sebagai gerakan nasional, untuk mendukung pelaksanaan Pilar Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), dan mendukung upaya mencapai target pendalaman sektor keuangan dan indeks inklusi keuangan yang telah ditetapkan Pemerintah, terakhir kali melalui Undang-Undang No. 59 Tahun 2024 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

Dalam perayaannya, Kepala OJK Kalbar, Rochma Hidayati mengabarkan kabar baik terkait h asil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) pada tahun 2026 mencatat indeks literasi keuangan 69,57% dan indeks inklusi keuangan 93,61% .

“Keduanya telah melampaui target RPJMN 2029, yaitu 69,35% dan 93%, tiga tahun lebih cepat,” ucap Rochma

Di Kalbar sendiri, tercatat Indeks Literasi Keuangan sebesar 70,01%, dengan Indeks Inklusi Keuangan sebesar 92,72%.

“Hal ini berarti lebih tinggi dari rata-rata nasional untuk Literasi Keuangan, dan hanya sedikit di bawah rata-rata nasional untuk Inklusi Keuangan,” ujarnya.

Namun demikian, sambung Rochma, pencapaian ini bukan merupakan garis akhir, akan tetapi masih ada tiga pekerjaan rumah:

  1. Gap inklusi dan literasi sekitar 24 basis poin, menunjukkan masyarakat yang sudah memiliki akses, namun pemahaman atas produk belum maksimal. Di dalamnya terdapat celah penipuan, pinjaman dan aktivitas keuangan ilegal lainnya yang merugikan masyarakat kita.
  2. Kesenjangan desa–kota. Inklusi di desa 90,39% dibandingkan 95,47% di kota; literasi 64,42% dibandingkan 72,54%.
  3. Keuangan syariah. Literasinya 43,07%, namun inklusinya baru 13,24%.

“Untuk itu, fokus kita berubah: dari sekadar memperluas jumlah, menuju kualitas dan pemerataan, menuju target inklusi 98% pada tahun 2045,” ungkapnya

Sementara untuk implementasinya, d Kalbar sendiri BIK telah menjadi agenda tahunan, yang dilaksanakan di tempat berbeda setiap tahunnya, seperti PLBN Aruk Sambas dan Kubu Raya (2022), Desa Wisata Batu Belimbing Singkawang (2023), Singkawang Grand Mall (2024), Pontianak Convention Center (2025), dan tahun ini kembali di Kubu Raya, bertempat di GAIA Bumi Raya City.

“Puncak BIK Kalbar tahun ini kami laksanakan selama 3 hari mulai dari tanggal 30 Oktober 2026 sampai dengan 1 November 2026, yang kami rancang sebagai ruang belajar yang inklusif bagi semua kalangan,” sambung Rochma

Dalan kegiatan ini OJK Kalbar telah menyiapkan ruang belajar terbuka bagi masyakat dan yang dari semua kalangan.

Seperti Penyerahan Simbolik Program Inklusi Keuangan, 39 stand expo dari OJK, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, komunitas penyandang disabilitas, serta Pojok Wastra dan Ekraf dari 15 TPAKD se-Kalimantan Barat, dengan tematik expo yakni Green dan Wastra, dimana seluruh rangka dan properti yang digunakan berbahan dasar Bambu dan Rotan.

8 talkshow edukasi keuangan, mulai dari literasi keuangan anak muda, investasi pasar modal, kepemimpinan perempuan, asuransi, pembiayaan non-bank, hingga Pedoman SETARA bagi penyandang disabilitas;.

Lalu 7 kompetisi keuangan dan bakat, dari mewarnai tingkat PAUD/TK, cerdas cermat, kompetisi stocklab , pembuatan konten keuangan , hingga e-sport dan terakhir Pagelaran budaya, termasuk diseminasi Tengkuluk Mahkota Dayak Dait dan pertunjukan bakat dan kreativitas penyandang disabilitas. (Ova)