Warga Klaim 20 Tahunan Jalan Banyu Abang Rusak

JALAN RUSAK. Pelajar mengendarai sepeda melewati jalan rusak sepanjang 15 Kilometer di Desa Banyu Abang, Teluk Batang, KKU, Rabu (6/11). Kamiriluddin-RK

eQuator.co.id – TELUK BATANG-RK. Warga mengumpulkan uang koin di pinggir jalan untuk memperbaiki jalan penghubung antarkecamatan yang rusak di Desa Banyu Abang Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara (KKU). Sebagaimana terlihat di jalan penghubung Kecamatan Teluk Batang dan Seponti itu, Rabu (6/11).

Warga yang lewat dari pelajar, orang dewasa, maupun tua ada yang sedekah seikhlasnya ke warga yang swadaya mengumpulkan uang-uang koin rupiah.

Kepala Dusun Suka Mulya II Desa Banyu Abang, Yudang mengungkapkan jalan penghubung utama Kecamatan Teluk Batang dan Seponti itu tidak pernah diperbaiki sejak 1990-an.

Panjang jalan yang rusak mencapai sekitar 15 Km. Terbentang dari desa Banyu Abang Kecamatan Teluk Batang hingga desa Telaga Arum kecamatan Seponti.

“Kerusakan jalan kian parah saat musim hujan. Warga bahkan tidak bisa lewat karena jalan digenangi air dengan kedalaman lumpur yang membahayakan kendaraan roda dua dan lebih,” ungkap Yudang.

Dikatakannya lantaran tidak ada perhatian pemerintah hingga kini, mereka pun berinisiatif mengumpulkan uang koin untuk memperbaiki jalan tersebut.

Mereka setidaknya telah berhasil mengumpulkan uang koin hingga belasan juta dari masyarakat setempat dan warga asli yang bermukim di luar daerah.

“Ini uang sumbangan nanti rencananya mau dipakai untuk sewa alat berat. Tujuannya untuk meratakan jalan ini pakai gleder. Bukan untuk bangun semuanya,” kata Yudang saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (6/11).

Yudang mengatakan, warga sudah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut kepada pemerintah melalui Musrenbang atau reses anggota legislatif. Mereka pun sudah sering dijanjikan, bahwa jalan akan segera diperbaiki.

Namun, hingga sekarang belum ada tindak lanjut dari Pemerintah Daerah. “Tahun lalu saja reses dewan pun ke sini, terus Bupati Kayong Utara pun udah pernah ke sini,” kenang Yudang.

Ia berharap, pemerintah daerah (Pemda) KKU dan anggota DPRD KKU segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut.

Mengingat jalan tersebut merupakan satu-satunya akses ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan bagi masyarakat setempat. “Kalau jalan bagus kan akses kita enak. Ekonomi terbantu, mau berobat keluar juga enak, anak-anak sekolah juga enak,” harap Yudang.

Warga desa Banyu Abang kecamatan Teluk Batang, Paryanto, 43 tahun kecewa terhadap pemerintah KKU. Sebab jalan penghubung Kecamatan Teluk Batang dan Seponti yang melintasi desa mereka tak kunjung diperbaiki.

“Dari saya SD kelas enam sampai sekarang jalan masih rusak seperti ini,” kata Paryanto. Ia mengatakan, seharusnya jalan tersebut sudah diperbaiki. Apalagi mengingat Kayong Utara sudah lebih dua periode dimekarkan dari kabupaten Ketapang.

“Kondisi jalan dari tahun 1990-an belum pernah tersentuh pembangunan. Kerusakan jalan tersebut sangat berdampak bagi perekonomian warga. Hasil tani warga dibeli murah, sedangkan harga barang melonjak,” keluh Paryanto.

Dikatakannya gara-gara jalan seperti ini petani jadi susah berkembang. :Harga pasir saja Rp425 ribu per satu rit, semen satu sag ada yang Rp85 ribu, ada yang sampai Rp90 ribu,” ungkap Paryanto.

Paryanto meminta Pemda segera memperbaiki jalan tersebut untuk mempermudah akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga.

“Paling ngeri itu kalau ada orang sakit kondisinya darurat sama ada orang melahirkan terus pendarahan, kita ndak bisa cepat,” tutur Paryanto.

 

Reporter: Kamiriluddin

Redaktur: Andry Soe