Walikota Deadline Lurah Pantau WC di Pinggiran Sungai Kapuas

Walikota Pontianak, H. Sutarmidji

eQuator – Penataan pinggiran Sungai Kapuas sebagai salah satu upaya menuju smart city, Pemerintah Kota Pontianak mengajak seluruh elemen masyarakat pinggiran sungai tersebut untuk tidak buang sampah sembarangan. Termasuk bagi mereka yang memiliki Water Closed (WC) untuk tidak lagi dipergunakan.

Walikota Pontianak, H. Sutarmidji menegaskan, jika terdapat masyarakat yang WC-nya di pinggiran sungai agar dapat melaporkan kepada Pemerintah Kota Pontianak supaya dibuatkan yang baru, tetapi tidak di pinggir Sungai Kapuas.

“Saya minta mengedukasikan masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai dan tidak menempatkan WC di sungai,” ujar Sutarmidji, Sabtu (31/10).

Midji menegaskan, dalam pengawasan di lapangan tingkat atau jajaran pemerintah terkecil dimintai untuk mampu memantau perkembangan di lapangan.

Bahkan, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Pontianak ini menyatakan, tahun ini merupakan tahun terakhir bagi masyarakat untuk tidak lagi mempunyai WC di pinggir sungai.

“Lurah menjadi tanggung jawabnya. Saya minta tahun ini terakhir ada WC di pinggir Sungai Kapuas,” lugasnya.

Menurut Midji, meskipun demikian, bukan berarti Pemerintah Kota Pontianak seakan lepas tangan dan membiarkan masyarakat untuk membangun WC sendiri maupun secara swadaya. Melainkan, pihaknya akan membangunkan WC baru tersebut yang sudah diprogramkan atas kerja sama Pemerintah Kota Pontianak dengan pihak lain.

“Pindahkan ke mana pun dia mau dan kita yang biayai. Tahun ini Pak Dandim akan memperbaiki 150 WC masyarakat yang tidak mampu,” ucapnya. (agn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.