JALAN PENUH TANJAKAN DAN TIKUNGAN. Jalan Trans Kalimantan, Ambawang, Kubu Raya penuh dengan tanjakan dan tikungan. Di jalan ini, kesabaran dan kesadaran masing-masing pengendara harus diutamakan demi keselamatan bersama-Ocsya Ade CP
eQuator.co.id – Kecelakaan sering terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Korbanya sampai tewas. Selain memang sudah takdir, kelalaian juga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan itu.
Melihat banyaknya nyawa yang melayang di jalan tersebut, rambu-rambu dan kesadaran pengendara menjadi hal yang penting untuk diutamakan.
Belakangan, banyak ditemukan pengendara yang lalai dan tanpa perlengkapan keselamatan dalam berkendara. Didapati pula beberapa rambu lalu lintas yang dibiarkan rusak dan terhalang.
KONTAINER MENDAHULUI DI JALAN TANJAKAN DAN TIKUNGAN. Meski di Jalan Trans Kalimantan, Ambawang, Kubu Raya yang tanjakan dan berliku ini, satu unit kontainer nekat mendahului pengendara mobil dan sepeda motor-Ocsya Ade CP
MENDAHULUI DI JALAN BERLIKU. Satu unit mobil berusaha mendahului beberapa mobil lainnya dalam kondisi jalan berliku dan licin pascahujan di Jalan Trans Kalimantan, Ambawang, Kubu Raya-Ocsya Ade CP
RAMBU TERHALANG. Rambu tanda tikungan tajam di Jalan Trans Kalimantan, Ambawang, Kubu Raya ini terhalang rumput. Dipastikan, setiap pengendara tidak dapat melihatnya-Ocsya Ade CP
RAMBU TUMBANG. Rambu tanda tikungan tajam di Jalan Trans Kalimantan, Ambawang, Kubu Raya yang tumbang. Sejauh ini, belum ada perbaikan dari pihak terkait-Ocsya Ade CP
SELEMBE DI TIKUNGAN MAUT. Di tikungan KM19, Jalan Trans Kalimantan, Ambawang, Kubu Raya ini kerap terjadi kecelakaan, sesuai dengan rambu yang terpampang. Namun masih saja ada yang ‘selembe’ tidak mengenakan helm saat bersepedamotor-Ocsya Ade CP
TAK KENAKAN HELM. Lihatlah, padahal sudah diketahui bersama bahwa Jalan Trans Kalimantan, Ambawang, Kubu Raya rawan kecelakaan maut, namun masih saja ada pengendara yang belum sadar akan pentingnya perlengkapan berkendara, helm misalnya-Ocsya Ade CP
Tikar Bidai. Warisan nenek moyang suku Dayak itu kian lestari. Cahaya menjaganya dari lenyap. Para pewaris pun ajek berkreasi. Merawat kearifan lokal nyambi mengisi…
Bak sebuah lagu dangdut ‘gubuk derita’ begitulah nasib Lebek Adam, 70, dan istrinya Timah, 50. Cinta saja mempersatukan keduanya 10 tahun hidup di gubuk…
Banyak cara dilakukan warga dalam mengelola sampah. Mereka yang sadar terus mencari cara agar warga lain ikut menjaga kebersihan. Salah satunya Badan Usaha Milik…