Tujuh Hari Dicari, Hamidah Tak Ditemukan

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

12
PENCARIAN. Tim SAR gabungan mencari korban Hamidah yang hilang sejak sepekan lalu. Pencarian pada Sabtu (13/10) ini merupakan pencarian hari ke tujuh--Humas Kantor SAR Pontianak for RK

eQuator.co.idPontianak-RK. Tim SAR (search and rescue) gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Dit Polair Polda Kalbar, BPBD Kota Pontianak, Polsek Siantan dan masyarakat serta pihak keluarga mengakhiri pencarian korban hilang atas nama Hamidah.

Perempuan 50 tahun asal Selat Panjang itu dikabarkan hilang sejak bersama suaminya, Tono, 50, Minggu (7/10), di perairan Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah.

“Kami belum berhasil menemukan korban atas nama Hamidah hingga hari ke tujuh pencarian ini. Maka kami akan hentikan operasi SAR, hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan merupakan waktu optimal dalam proses operasi SAR,” ujar Hery Marantika, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak kepada sejumlah wartawan di Pontianak, Sabtu (13/10).

Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Tentu akan ada tahap evaluasi bersama unsur yang terlibat dalam pencarian bersama keluarga korban. Pencarian pun dapat dilakukan atau dibuka kembali jika ada tanda yang menunjukkan keberadaan Hamidah.

Sejak hari pertama pencarian pun, tim SAR gabungan telah melakukan upaya optimal untuk menemukan Tono dan Hamidah. Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR, mencapai tujuh nautical mil (NM) atau sejauh 12 kilometer (KM).

“Korban Tono sendiri berhasil ditemukan pada hari kedua dalam keadaan meninggal. Sedangkan korban Hamidah yang merupakan istri dari korban pertama sampai saat ini belum berhasil ditemukan. Kami akan evaluasi,” jelasnya.

Setelah menutup pelaksanaan pencarian, Hery mengucapkan terima kasih kepada setiap unsur yang terlibat dalam pencarian selama tujuh hari ini.

“Kepada keluarga korban, mewakili pribadi dan staf, saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ucap dia.

Seperti diketahui, awalnya pasangan suami istri ini pergi mancing di perairan Desa Wajok Hilir, Sabtu (6/10). Setelah sehari berlangsung, pihak keluarga khawatir ketika keduanya tak kunjung pulang. Kekhawatiran bertambah saat perahu yang digunakan keduanya ditemukan tanpa ada satu pun orang di atasnya. (oxa)