Tes CPNS, Level Kesukaran Soal Ujiannya Fleksibel

ilustrasi. net

eQuator.co.id – JAKARTA–RK. Kementerian PAN-RB memastikan tes CPNS tahun ini tetap berbasis passing grade atau nilai ambang batas. Jadi pelamar yang dinyatakan lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis komputer, harus bisa mendapatkan nilai minimal sesuai ketentuan passing grade. Hanya saja sampai saat ini besaran passing grade belum ditetapkan.

Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja menuturkan ketentuan passing grade tetap ada. ’’Mengacu pengalaman tahun lalu, tahun ini kami ingin memverifikasi kembali besaran dari passing grade tersebut,’’ jelasnya di Jakarta kemarin (30/10). Setiawan berharap pekan ini ketentuan besaran passing grade sudah bisa ditetapkan dan disampaikan ke masyarakat.

Setiawan menjelaskan Kementerian PAN-RB sedang mengkaji besaran passing grade yang paling realistis. Setiawan mengakui bahwa pada tes CPNS 2018 jumlah peserta yang lulus passing grade di bawah kuota. Sehingga dilakukan modifikasi dengan sistem perangkingan. Namun dia membantah jika sistem tersebut menurunkan kualitas pelamar yang lulus SKD.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan tahun lalu untuk lowongan di instansi pusat banyak yang lulus passing grade. Namun untuk rekrutmen CPNS di tingkat kabupaten atau kota, memang benar ada jumlah kelulusan passing grade di bawah kuota. ’’Terutama daerah timur. Yang lulus (passing grade, Red) di sana kecil sekali,’’ jelasnya.

Meskipun begitu Bima mengatakan tahun ini kelulusan SKD tetap menggunakan acuan passing grade. Namun pendekatan yang digunakan leblih lunak atau soft. Caranya adalah membedakan tingkat persentase soal kategori sulit, sedang, dan mudah.

Bima mencontohkan untuk wilayah pulau Jawa, jika soalnya kategori mudah semua maka pelamar akan lolos passing grade seluruhnya. Sebaliknya jika di daerah luar Jawa menggunakan soal kategori sulit semua, maka dikhawatirkan banyak yang tidak lulus.

Untuk itu Bima menuturkan BKN akan membuat simulasi khusus. Sehingga untuk setiap daerah persetase soal kategori sulit, sedang, dan mudah berbeda-beda. ’’Bagaimanapun juga tingkat pembangunan di Indonesia ini berbeda-beda. Termasuk pendidikan,’’ jelasnya.

Selain itu Bima mengatakan pendaftaran CPNS dimulai tanggal 11 November. Dia mengatakan untuk kelengkapan dokumen yang diunggah dibuat sesederhana mungkin. Baru kemudian ketika dinyatakan lulus sebagai CPNS baru, pelamar diminta menyampaikan dokumen secara komplit. Dia mengatakan dokumen yang diunggah saat pendaftaran seperti scan KTP, foto, foto selfie, dan ijazah serta transkrip nilai. (Jawa Pos/JPG)