Teror Bom Rumah Pimpinan KPK

Dua Terduga Pelaku Terekam CCTV

0
RUMAH LAODE KPK. Fotografer mengambil gambar di depan Wakil KPK Laode M Syarif di Kalibata Selatan, Jakarta, Rabu (9/1). Miftahulhayat/Jawa Pos

eQuator.co.id – JAKARTA-RK. Rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif yang berada di Jalan Kalibata Selatan, Nomor 42 C, Jakarta Selatan diteror bom molotov. Rabu dini hari (9/1). Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun, dinding rumah Laode menghitam karena terbakar bom molotov.

Menurut saksi-saksi yang berada di lokasi, kejadian pelemparan bom molotov ini terjadi pada pukul 00.15. Anita, 39, mengatakan sempat mendengar suara pecahan kaca di depan rumah Laode. Namun, dirinya baru tau jika suara pecahan kaca tersebut merupakan bom molotov ketika rumah tetangganya itu sudah ramai dengan Polisi. “Ada bunyi pecahan kaca disertai bunyi ‘buuuk’ di jalanan dekat rumahnya,” ungkap dia.

Selain mendengar suara pecahan kaca. Dirinya juga sempat mendengar sepeda motor yang ngebut pasca pecahan kaca tersebut terdengar. “Suara motornya sember, dia ngebut,” kata dia.

Saksi lainnya Suwarni mengatakan pada Pukul 05.00, Suwarni membuka lapak dagangan kue di depan rumah Laode. Saat itu, menurut dia suasana jalan sepi. Lima belas menit kemudian atau  tepatnya pada Pukul 05.15, Suwarni melihat sopir Laode yang bernama Bambang datang menggunakan sepeda motor. Namun, kedatangan  Bambang disambut teriak histeris pembantu Laode. “Pembantu itu bilang ke sopir ada botol diduga bom,” kata Suwarni.

Mendengar teriakan itu, Suwarni melihat Bambang langsung masuk ke dalam halaman rumah sambil berdiri. “Dia sebelumnya takut keluar rumah lantaran melihat bom. Habis itu, keduanya mengecek bom molotov dari dekat,” jelas dia.

Sementara itu, Sofan Abdul Bari, 71, yang juga tetangga Laode menyebutkan, setiap harinya ada dua orang anggota Kepolisian yang menjaga rumah Laode. Biasanya, mereka menjaga rumah selama 24 jam. Namun, ketika kejadian, dirinya tidak melihat dua petugas yang berjaga tersebut.

Selain itu, setiap dini hari, jalanan di depan rumah Laode hanya memiliki satu akses pintu masuk. Jadi, pelaku yang diduga melempar bom harus kembali ke pintu masuk jika ingin melarikan diri.

Pantauan Jawa Pos,rumah Laode yang baru saja diancam bom molotov terlihat sepi. Namun, anggota Kepolisian yang memakai seragam, tampak lalu lalang setiap beberapa menit sekali.

Kejadian ancaman Bom di rumah laode ternyata bukan hanya satu-satunya. Di Jatiasih, Bekasi, Rumah Pimpinan KPK Agus Raharjo juga mendapat ancaman. Di depan rumahnya, Agus mendapati tas berisi pipa paralon serupa dengan bom Pipa.

Tas yang awalnya dicurigai merupakan sebuah bom, ternyata berisi paralon besar yang di dalam terdapat paku, kabel, baterai, serta serbuk. Atas dua kejadian itu, pihak Kepolisian langsung membentuk tim khusus. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Argo Yuwono membenarkan jika tim khusus tersebut masih terus menyelidiki dugaan ancaman bom molotov tersebut.

“Pada prinsipnya memang benar ada kejadian tadi malam dini hari di rumah ketua KPK di Bekasi dan di rumah wakil ketua di Kalibata. Jadi untuk di kediaman pak Laode ada bom molotov. Ada 2 bom molotov yang dilemparkan sekali tidak nyala dan tidak pecah. Yang kedua pecah, “ungkap dia.

Pihak Kepolisian, kata Argo telah mendapati sejumlah petunjuk, salah satunya ialah hasil rekaman CCTV di rumah Laode. Menurut Argo, sudah ada dua terduga pelaku yang terekam kamera pengawas. “Berdasarkan rekaman CCTV di rumah korban, terlihat ada dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor dan helm full face dari arah sebelah kiri rumah,” jelas dia.

Dalam rekaman itu, sebut Argo, terlihat dua orang tersebut berhenti dan melemparkan botol berisi cairan sebanyak dua kali. “Pada lemparan pertama, tidak pecah terbakar karena terkena tembok dan jatuh di lantai 1. Namun, pada lemparan kedua botol berisi cairan itu pecah dan terbakar,” ucap dia.(Jawa Pos/JPG)