Terlibat Politik, Anggota TNI Terancam Dipecat

SILATURRAHMI. Acara silaturrahmi Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Toto R Soedjiman dengan insan pers guna menyukseskan Pilkada serentak 2015, yang dihadiri sekitar 20 media massa maupun elektronik. FIKRI AKBAR /RK.

eQuator – Panglima Kodam (Kodam) XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Toto R Soedjiman menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan memecat anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran, karena terlibat aktif dalam penyelenggaraan Pemilukada di tujuh kabupaten pada 9 Desember mendatang.

“Saya sesuai dengan komitmen. Saya dengan garis TNI, Panglima, KASAD itu netral. TNI netral. Jadi manakala ada anggota saya yang melakukan hal-hal yang melanggar aturan, tolong dilaporkan melalui Danramil dan Dandim. Supaya sampai ke Kodam. Kalau Pak Menteri Aparatur Negara disiapkan surat pemecatan. Kita juga seperti itu,” tegas Pangdam dalam acara silaturrahmi dengan insan pers guna menyukseskan Pilkada Serentak 2015, di Aula Makodam XII Tanjungpura, Rabu (2/12).

Selain itu, Toto mengharapkan, peran media massa sangat strategis dalam menangkal potensi konflik yang terjadi. Media diharapkan dapat memberikan pencerahan demokrasi yang baik dan bermartabat kepada masyarakat. “Dalam pemberitaan Pemilukada harus berimbang,” ingatnya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Kalbar, Umi Rifdiyawaty mengatakan, dalam menyukseskan Pemilukada, pihaknya tentu tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari semua pihak, termasuk media. Peran media, dikatakan Umi sangat besar dalam menciptakan kondisi dan situasi di daerah supaya tetap kondusif.

“Kami akan bekerja maksimal menjadi penyelenggara yang independen dan berintegritas. Kepada masyarakat kami juga meminta partisipasinya untuk datang ke TPS pada tangggal 9 Desember nanti,” ucapnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar, Ruhermansyah berpendapat, pelaksanaan Pemilukada tidak terlepas dengan konflik dan pelanggaran. Namun demikian, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak keamanan dan berharap agar Pemilukada tahun ini dapat berjalan sesuai dengan harapan. Dia berharap, adanya peran bersama semua pihak untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilukada.

“Kalau ada informasi temuan, kami akan melakukan penyelidikan, investigasi. Apabila cukup memenuhi (syarat) tentu kami akan tindaklanjuti sampai ke tahap berikutnya. Kita sama misinya untuk menciptakan pemilu yang berkualitas dan berintegritas,” paparnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalbar, Faisal Riza memberikan, catatan kepada media harus tahan godaan. Karena permainan politik dalam proses Pemilukada terasa sangat kental.

“Selalu saja ada tarikan-tarikan terhadap pusaran kekuasaan. Masyarakat jangan terprovokasi dengan media-media yang baru muncul. Harus bedakan mana selebaran dan mana media yang memang benar-benar punya orientasi terhadap kepentingan publik,” ulasnya. (fik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.