Terjaring Razia Pekat, Janda Beranak Satu Positif Konsumsi Narkoba

Tes urine. MH hanya bisa tertunduk saat mengetahui hasil urinenya positif mengunakan narkoba jenis sabu, Sabtu (2/11/2019) malam. Saiful Fuad/eQuator.co.id

Sintang – eQuator.co.id. Hanya karena tidak memiliki Identitas saat santai disalah satu cafe di Kabupaten Sintang, MH, 20, diangkut tim gabungan Satpol PP dan BNNK Sintang saat menggelar razia pekat, Sabtu (2/11/2019) sekira pukul 23.00 wib. Wanita cantik yang sudah menyandang status janda anak satu diusianya yang masih mudah ini pula, diangkut ke kantor Satpol PP untuk menjalani tes urin. Hasilnya pun sungguh mengejutkan, dirinya positif mengunakan narkoba jenis sabu.

Kepala BNNK Sintang, Agus Akhmadin mengatakan, bahwa yang bersangkutan akan dibawa ke Kantor BNN Sintang untuk di Asesmen sambil pihaknya melakukan pengembangan.

“Malam ini juga kita bawa. Kita juga akan lakukan pengemban sampai mana dia terlibat dalam suatu jaringan atau kelompok-kelompok pengguna atau pengedar narkoba,” ujarnya usai giat Pekat, Minggu (3/11/2019) sekira pukul 03.00 dini hari.

Kalau nanti hasil pengembangan, kata Agus, yang bersangkutan hanya pemakai, maka akan dilakukan rawat jalan. Tapi tergantung asemen lagi, kalau makainya memang sudah parah, harus dirawat inap.

“Untuk sementara hanya ditetapkan sebagai pemakai dulu. Barang-barangnya tadi juga sudah kita geledah. Lihat pengembangannya nantilah,” ujarnya.

Dari pengakuan MH, dirinya tinggalnya di Sungai Durian, Kecamatan Sintang Kota. Ia memakai narkoba saat berada di Pontianak dan belum lama masuk dibelenggu barang haram ini.

“Tapi kalau dilihat dari urinnya, sudah lama dia ini pemakai,” katanya.

Disinggung hanya 6 orang di tes urin daru 30 yang terjaring razia. Agus mengatakan, bahwa melihat dari gerak-gerik dan fisik yang terindikasi saja dilakukan tes urin.

“Karena kita melihat secara fisik, yang kita lihat ada indikasi pemakai, kita lakukan tes urin,” pungkasnya.

Untik diketahui, bahwa razia pekat ini menyisir dibeberapa titik, baik itu cafe, penginapan dan kost. Ada sekitar 30 yang terjaring razia, termasuk ada beberapa orang yang di bawah umur. Kesalahan mereka ada yang tidak memiliki identitas dan kedapatan berpasangan di dalam kamar belum ada ikatan pernikahan. (Pul)