Telan Dana Rp70 Miliar

Pesparawi Tingkat Nasional Siap Digelar

53
JUMPA PERS. Antar Gultom (kanan), Karolin Margret Natasa (tengah), dan Jakius Sinyor (kiri) memberikan keterangan pers terkait persiapan Pesparawi Nasional XII Tahun 2018 di Hotel Harris, Pontianak, Jumat (27/7). Rizka Nanda-RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Rangkaian Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII Tahun 2018 akan dimulai hari ini di Rumah Radakng, Pontianak. Diawali dengan pembukaan pameran oleh Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji.

Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama (Kemenag) RI, Antar Gultom mengatakan, panitia telah menyelenggarakan persiapan kegiatan 3 tahun sekali ini sesuai arahan pemerintah pusat. Saat ini, para kontingen sudah mulai datang. “Kita berharap semua peserta yang ada di sini bisa sukses dalam penyelenggaraan acara,” ujarnya saat konferensi pers di Hotel Harris, Pontianak, Jumat (27/7).

Dikatakannya, informasi kedatangan Presiden RI Joko Widodo untuk membuka secara resmi tanggal 30 Juli masih on schedule. Sebab dihari sebelum ia bertandang ke Kalbar, Presiden juga dijadwalkan akan ke Bima, Nusa Tenggara Barat. “Sampai sekarang sudah diberikan surat oleh Menteri Agama. Kita berdoa beliau dapat menghadiri acara itu,” harap Antar.

Ketua Umum Pesparawi Nasional XII Tahun 2018, Karolin Margret Natasa menuturkan, saat ini persiapan sudah hampir rampung. Panitia sudah bekerja kurang lebih satu tahun. Sesuai rundown, kegiatan akbar ini akan dimulai 28 Juli. Setelah pembukaan pameran oleh Pj Gubernur Kalbar, keesokan harinya seluruh kontingen karnaval keliling Kota Pontianak. “Para kontingen akan keliling kota menggunakan kendaraan yang disediakan panitia dan dihias mereka sesuai ciri khas daerah masing-masing,” jelasnya.

Bupati Landak ini menjelaskan, untuk pembukaan Pesparawi pada 30 Juli sekitar pukul 19.00 WIB di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA).

“Rencananya akan dibuka oleh pak Jokowi, tapi sorenya ibadah dulu. Kemudian acara berlangsung hingga tanggal 3 Agustus 2018 jam 3 sore,” terangnya.

Para peserta dari seluruh Indonesia sudah mulai berdatangan sejak 20 Juli. Diperikirakan puncaknya pada hari ini (kemarin, red) dan besok (hari ini, red). Selain itu, piala yang diperebutkan akan tiba pada hari ini pukul 0700 WIB bersama dengan kontingen Maluku. Pihaknya masih menunggu informasi apakah boleh mengarak piala Presiden itu.

“Kami berharap agar seluruh tamu yang datang dapat menikmati Kalbar dan berkompetisi secara sehat hingga menjadi juara,” harapnya.

Terkait kepastian kedatangan Presiden, mantan Anggota DPR RI itu mengaku telah melakukan komunikasi dengan Kemenag RI dan Sektretariat Negara. Namun kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut masih on schedule.”Sampai hari ini dipastikan hadir, tapi kepastiannya H-2 pembukaan resmi,” jelasnya.

Saat pembukaan resmi, panitia menerapkan sistem undangan dan id card. Hal tersebut untuk mengatasi terjadinya over kapasitas.

“Untuk pembukaan terbatas resmi memang terbatas. Tapi setelah Presiden meninggalkan tempat akan ada hiburan dan dibuka untuk umum,” tuturnya.

Pesta akbar ini diselenggarakan Kemenag RI dan Kalbar sebagai tuan rumah. Sehingga anggaran yang disediakan melalui APBN dan APBD Kalbar. “Anggaran kita Rp25 miliar dari APBN dan Rp45 miliar dari APBD,” ungkap Karolin.

Ketua Pelaksana Harian Pesparawi, Jakius Sinyor mengatakan, persiapan sudah 90 persen rampung. Secara teknis sudah 34 provinsi termasuk Kalbar menjadi peserta. Ada 12 kategori lomba. “Kalau Aceh hanya 2 ikut lomba. Kalau semua hadir berarti totalnya sekitar 8.500 orang,” terangnya.

Untuk penginapan, ada 53 hotel di Kota Pontianak yang akan digunakan. Ia pun menegaskan masing-masing provinsi akan dilakukan sesuai dengan persetujuan yang diterima pada saat Rakornas.

“Penginapan masih kurang dua. Kita tempatkan di rumah penginapan yang layak. Intinya transportasi dan konsumsi sudah kita handle. Keamanan kita sudah serahkan ke Polda dan TNI. Untuk Presiden ada standar keamanannya,” tutur Jakius.

 

Tarif Hotel Jangan Semaunya

Terpisah, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengimbau masyarakat Kalbar mendukung event nasional ini. “Saya mengimbau serta berharap warga Pontianak serta Kalbar memberikan yang terbaik pada tamu yang datang,” harapnya.

Gubernur Kalbar terpilih ini mengatakan, warga Kota Pontianak harus memberikan pelayanan terbaiknya. Memberikan pelayanan disertai senyum. Hal tersebut penting, mengingat Kota Pontianak mengandalkan perdagangan dan jasa. Maka event besar skala nasional harus sesering mungkin digelar di Bumi Khatulistiwa.
Di sisi lain, dia menyoroti tarif hotel di Kota Pontianak di situs penjualan online yang sangat tidak masuk akal. “Cuma yang saya kagetkan itu harga kamar hotel, seperti yang ada di situs penjualan tiket online sampai puluhan jutaan,” cetusnya.
Pria yang karib disapa Midji ini pun mengancam akan memeriksa hotel yang menaikkan tarif di luar kewajaran. Nantinya akan dilihat dari pemeriksaan pajak hotel. “Itukan tidak mungkin harga tiket hotelnya. Nanti kalau seperti itu kita akan periksa pajak mereka,” tegasnya.
Pengelola perhotelan jangan memanfaatkan momen event nasional ini dengan menaikkan harga kamar setinggi-tingginya. Karena sejauh ini tarif kamar hotel di Kota Pontianak berkisar Rp800ribu. Namun nyatanya dijual belasan juta sampai puluhan juta per malam.
“Berarti selama ini ada indikasi kalau hotel menjual kamar tak sesuai dengan tarif yang ada dan menjual semau mereka. Jadi bisa saja kita periksa pajaknya, makanya jangan bertindak konyol mereka,” terangnya.

Terhadap seluruh pengelola hotel, Midji menegaskan agar melakukan pembenahan secara keseluruhan. sebab dirinya belum pernah menginap di hotel harga Rp10 juta per malam, walaupun bintang lima. “Jakarta itu bintang lima harganya biasanya Rp6-7 juta saja, benar-benar kaget saya harga hotel sampai segitu,” cetusnya.
Apabila benar ada hotel yang menjual kamar sampai puluhan juta per malam, tentu dapat merusak citra Kota Pontianak. Jangan sampai pengelola hotel memanfaatkan momen Pesparawi dengan tarif semaunya.
“Tidak ada di Indonesia harga kamar hotel belasan juta dan puluhan juta, apalagi di Pontianak hotel hanya bintang 3 dan 4. Ini sudah memberikan tidak nyaman dan sudah ada keluhan dari tamu,” tutup Midji.

 

Cek Kesiapan Pengamanan

Di hari yang sama, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono memeriksa pasukan dan sarana pendukung untuk pengamanan Pesparawi Nasional XII Tahun 2019 di Lapangan Mapolda Kalbar, Jumat (27/7). “Event nasional ini sebagai bentuk kepercayaan masyarakat di seluruh Indonesia terhadap Kalbar,” ujarnya saat gelar pasukan yang dihadiri para Pejabat Utama serta para Kapolres jajaran Polda Kalbar.

Ini salah satu indikator bahwa Kalbar layak sebagai provinsi untuk menyelanggarakan event nasional bahkan internasional. Tentunya juga dari perspektif keamanaan Kalbar juga kondusif. “Penetapan Pontianak sebagai tuan rumah Pesparawi nasional berdasarkan hasil musyawarah nasional yang dilaksanakan di Kota Ambon, Maluku berkenaan dengan penyelenggaraan Pesparawi nasional XI yang dilaksanakan tahun 2015 lalu,” paparnya.

Ditunjuknya Kalbar sebagai tuan rumah kata Kapolda, memiliki makna yang sangat penting. Sebab, provinsi ini memiliki keragaman berbagai aspek. Sehingga memberikan dampak positif bagi semua kalangan sebagai simbol kebhinekaan serta kesatuan dan persatuan bangsa.”Dan juga menimbulkan dampak positif di bidang ekonomi dan bidang-bidang lainnya,” ujarnya.

Sebagai agenda nasional, event ini melibatkan secara aktif pihak pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Menjadi satu kesatuan dalam penyelenggaraan Pesparawi. Baik dalam bidang manajemen maupun sumber daya dan tentunya juga keamanan.

“Sebagaimana salah satu outcome program 100 hari Kapolda yang saat ini sudah tahap ke III adalah terlaksananya dan terselenggaranya agenda nasional yang lancar dan sukses, salah satunya adalah event nasional yang akan kita amankan, Pesparawi XII,” paparnya.

Untuk itu, sebelum Pesparawi berlangsung, Polda Kalbar melaksanakan apel gelar pasukan. Mengecek kelengkapan sarana dan prasarana pendukung serta keterpaduan unsur lintas sektoral untuk mensukseskan event tersebut. “Apel gelar pasukan ini sebagai momentum untuk meningkatkan soliditas serta solidaritas,” jelasnya.

Mari sambung Kapolda, satukan tekad dan komitmen untuk memberikan contoh. Membuktikan kepada masyarakat, bahwa kepolisian siap untuk mengawal, mengamankan serta mensukseskan Pesparawi XII Tahun 2018.

 

Ajang Promosi Pariwisata

Ribuan peserta akan hadir dalam event Pesparawi ini. Momen langkah ini akan dimafaatkan sejumlah pihak. Salah satunya Badan Promosi Pariwisata Kota Pontianak (BP2KP) yang akan mempromosikan pariwisata yang ada di Kota Khatulistiwa.
“Karena ini merupakan ajang nasional tentu, akan kita manfaatkan sebaik mungkin,” ungkap Ketua BP2KP Moch. Rizal Razikan.
Selain fokus pada event, pastinya peserta Pesparawi ingin mengenal destinasi wisata Kota Pontianak. Persiapan promosi telah dilakukan BP2KP jauh-jauh hari. Yaitu bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Kalbar, serta melalui iklan atau media promosi yang dipajang. “Seperti banner yang di dalamnya selain ada ucapan selamat datang juga menampilkan tempat wisata yang ada di sini,” jelasnya.
Media promosi ini akan dipajang diberbagai tempat. Termasuk di hotel tempat peserta Pesparawi menginap.
“Kita tampilkan nanti seperti video wisata yang ada di Pontianak melalui tayangan di ruang lobi atau tempat yang disediakan masing-masing hotel,” tuturnya.
Ada pula media promosi yang menampilkan peta wisata. Peta ini sebagai informasi awal terkait destinasi wisata mana yang wajib dikunjungi. Melalui cara-cara ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke depannya.

“Namun tentu ini tidak hanya dapat dilakukan kita sendiri, kontribus semua pihak dan masyarakat tentu dibutuhkan untuk mensuksekan event besar ini,” tandasnya.

 

Laporan: Rizka Nanda, Gusnadi, Ambrosius Junius, Nova Sari

Editor: Arman Hairiadi