Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

111

eQuator – Sebagai kota yang mengandalkan perdagangan dan jasa, berbagai kemudahan untuk menarik investor sebanyak mungkin turut dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Yang terpenting adalah bagaimana mengurangi angka kemiskinan dan tinggal bagaimana Pemkot memolesnya dengan tetap memperhatikan tatanan kota yang baik.

“Tentunya memberikan kemudahan-kemudahan. Kita berharap akan banyak terserap tenaga kerja dan meningkatkan perkapita masyarakat Kota Pontianak ini akan semakin baik. Mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, tentu Pontianak akan lebih stabil,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Firdaus Zarin, Senin (9/11).

Kota Pontianak yang menjadi ibu kota Provinsi Kalbar tentu banyak skala yang harus diprioritaskan. Baik itu menyangkut tentang struktur maupun infrastruktur. Karena jika keduanya berjalan seiring maka kota yang lebih dikenal sebagai Kota Khatulistiwa ini akan pesat berkembang. Di sisi lain, regulasi dipandang perlu untuk menanggulangi gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang masih banyak dijumpai di beberapa ruas jalan.

“Sebagai garda terdepannya ibu kota provinsi, kita menginginkan Pontianak ini bersih dalam penataan gang dan jalan. Kita melihat masih banyak juga gepeng di jalanan,” tukasnya.

Lantaran banyak even-even yang sudah dilakukan, Pemkot Pontianak turut dipinta agar sebaik mungkin menata objek wisata secara matang. “Kemudian dalam rangka menjadikan Kota Pontianak ke smart city, pembenahan harus segera dilakukan. Lalu kalau ingin mengemas Kota Pontianak untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun dari luar, penataan pariwisata harus dijadikan program yang kompreherensif,” ulasnya.

Pemkot Pontianak yang menggadang-gadang waterfront city dengan kemasan-kemasan budaya di dalamnya yang diharapkan mampu menarik wisatawan mendatangi Kota Pontianak. Hal ini penting dikarenakan Kota Pontianak tidak memiliki sumber daya alam, seperti tambang dan sebagainya.

“Pontianak ini tidak ada sumber daya alam. Untuk destinasi wisata bisa dari aspek budaya dan alam seperti Sungai Kapuas. Ini harus ditata lebih rapi lagi,” ujarnya.

Reporter: Gusnadi

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here