Tega Gak Tega, Koper Jamaah Tetap Dibongkar

Razia Air Zamzam di Bandara

ADA-ADA SAJA. Petugas menemukan koper dengan identitas Wakil Ketua DPRD Sumbar yang diisi karpet, beratnya mencapai 42 Kg, saat pemulangan jamaah haji, kemarin. Fathoni P Nanda-Jawa Pos

eQuator.co.id –  Salah satu fokus dalam pemulangan jamaah haji adalah mensortir barang bawaan. Pihak maskapai mengaku kesulitan mendatangkan water detector ke setiap hotel jamaah. Sortir hanya dilakukan untuk berat koper jamaah maksimal 32 kilogram.

“Sulit mendapatkan water detector yang bisa mobile. Tapi, nanti di bandara ada pemindai X-ray yang bisa memastikan tidak ada barang terlarang di dalam koper jamaah,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil saat meninjau penyimpangan koper jamaah di pemondokan 101, kemarin.

Tahun ini penimbangan koper jamaah dilakukan di pemondokan. Sebelumnya, koper jamaah dibawa ke madinatul hujjaj (semacam tempat city check in untuk jamaah Indonesia, red) untuk dicek isinya sebelum masuk bandara.

“Sekarang koper langsung masuk bandara. Karena itu, kami mengimbau  jamaah tidak memasukkan barang-barang yang dilarang,” ujarnya.

Jika jamaah memaksa memasukkan air zamzam ke dalam koper, mereka sendiri yang akan rugi. ”Jangan sampai ada pemahaman dan kesimpulan bahwa membawa air zamzam di dalam koper dalam penerbangan itu tidak apa-apa,” kata Djamil.

Proses penimbangan koper kemarin dilakukan terhadap jamaah yang pulang ke tanah air besok. Di antaranya koper untuk jamaah kloter 1 embarkasi Padang. Petugas dari Garuda Indonesia membawa keliling timbangan koper ke tiap lantai pemondokan jamaah.

Tidak sedikit jamaah yang berat kopernya melebihi batas maksimal 32 kg. Bahkan, ada koper bertulisan nama Guspardi Gaus, Wakil Ketua DPRD Sumbar, yang beratnya mencapai 42 kg. Koper itu dipaksa diisi karpet yang dibungkus karung putih. Resluiting koper tidak bisa ditutup, tapi diikat dengan tali.

Kepala Daerah Kerja Airport Nurul Badruttamam mengungkapkan, tahun lalu ada sekitar 200 kasus jamaah yang memaksa barangnya tetap dibawa ke Indonesia meski melebihi batasan berat. Permintaan itu tidak bisa dipenuhi .

”Tega atau gak tega, harus dibongkar. Yang membongkar langsung dari pihak maskapai,” ujarnya.

Beberapa jamaah dengan sukarela membongar koper mereka yang kelebihan beban.  ”Kelebihan empat kilo. Di dalamnya ada kurma empat kilo. Tinggal ambil saja,” kata Audia Tresia binti Rustam Rusli, jamaah dari embarkasi Padang.

Audia mengatakan, informasi yang dia dapat sebelu pemberangkatan haji kurang akurat. Misalnya, soal kelengkapan mandi. ”Ternyata di sini tidur di hotel. Handuk juga disediakan. Bagaimana gak kelebihan berat koper, Kan pulangnya kita tambah barang oleh-oleh,” katanya.

Laporan: Fathoni P. Nanda, Makkah (*/Jawa Pos/JPG)