
eQuator.co.id-Pontianak. Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Kegiatan berlangsung pada tanggal 5 – 11 Mei 2026 dengan menyasar 5 pulau 3T di Provinsi Kalbar
ERB ini dilakukan sebagai wujud komitmen nyata dalam menjaga kelestarian NKRI melalui penyediaan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Sejak tahun 2012 hingga 2025, ERB telah menjangkau 465 pulau melalui 190 kegiatan layanan kas keliling.
Pada tahun terakhir yakni Tahun 2025 mencatat capaian 18 kegiatan ERB yang menjangkau 90 pulau dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.
Tahun ini, ERB akan menjangkau 97 pulau di 19 provinsi. Kalbar menjadi salah satu provinsi penyelenggara ERB 2026.
Pelaksanaan ERB Kalbar Tahun 2026 adalah yang ke 4 dan akan dilaksanakan pada tanggal 5 – 11 Mei 2026 dengan menyasar 5 pulau 3T di Provinsi Kalbar, yaitu Pulau Karimata, Pulau Maya, Pulau Cempedak, Pulau Pelapis dan Pulau Padang Tikar dengan KRI Karotang 872 yang digunakan dalam mendukung misi ERB Kalimantan Barat 2026.
Pelepasan misi ERB Kalimantan Barat 2026 dilakukan pada tanggal 5 Mei 2026 oleh Ricky P. Gozali, (Deputi Gubernur Bank Indonesia), Krisantus Kurniawan, S.IP. M.Si., (Wakil Gubernur Kalimantan Barat, dan Laksamana Muda (Laksda) TNI Sawa, SE, MM, CIQaR, (Komandan Kodaeral XII)
Pemilihan Kalbar sebagai lokasi pelaksanaan ERB salah satunya dilatarbelakangi oleh letak geografis Kalimantan Barat yang sangat strategis karena berdekatan langsung dengan negara Malaysia.
Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara wajib dijaga dan dipastikan ketersediaannya khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).
Dalam pelaksanaan pengedaran Rupiah, Bank Indonesia (BI) menghadapi sejumlah tantangan: Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dengan keterbatasan infrastruktur menyebabkan tidak semua wilayah dapat dijangkau secara optimal, khususnya di kawasan terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Kawasan 3T merupakan tantangan tersendiri bagi pendistribusian uang Rupiah layak edar baik melalui jaringan kantor wilayah BI maupun perbankan.
Faktor luar geografis, tingkat pendidikan masyarakat, juga mempengaruhi perilaku dalam memperlakukan uang.
Banyak uang tidak layak edar ditemukan karena perilaku melipat uang, menstaples, atau menumpahkan uang.
Kondisi ini mendorong pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Rupiah. Selain itu, di kawasan 3T juga dekat dengan wilayah perbatasan RI.
Di wilayah ini, sering ditemukan mata uang asing selain Rupiah sebagai alat pembayaran di perbatasan wilayah, yang berpotensi mengganggu kelangsungan mata uang nasional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, sinergi antara BI dan TNI Angkatan Laut terus diperkuat.
Kolaborasi ini telah memberikan dampak positif dalam menjaga keutuhan dan pelestarian NKRI yang salah satunya melalui penyediaan ketersediaan uang layak edar di seluruh pelosok wilayah Indonesia.
Tidak hanya itu, sinergi penyelenggaraan ERB ini juga telah mendapatkan penghargaan internasional dalam 11th Annual Central Banking Award tahun 2024 di London.
Penyelenggaraan ERB bentuk sinergi dan kolaborasi antara 2 (dua) lembaga negara dalam menjaga integritas NKRI.
Selain memberikan dampak nyata terhadap ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah Indonesia, dampak positif lainnya dari sinergi ini adalah efisiensi dalam mengurangi emisi gas karbon (Go Green) dalam proses pelaksanaan tugas TNI yang menjalankan operasi patroli di lautan Indonesia dan BI dalam mendistribusikan uang Rupiah ke wilayah 3T di seluruh pelosok kepulauan di Indonesia, TNI AL menjaga keamanan dari sisi pertahanan dan militer, BI memastikan keamanan ekonomi dan kesejahteraan Rupiah sebagai simbol negara.
Efisiensi atas pengurangan emisi gas karbon diharapkan juga dapat memberikan dampak pada upaya menjaga kelestarian lingkungan.
BI akan terus memperluas jangkauan pelayanan kas dan memperkuat literasi masyarakat tentang Rupiah melalui sinergi yang inklusif dan berkelanjutan.
Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun Indonesia Maju, dari kota hingga pelosok negeri. (Ova) Rilis
