Tabung Gas Elpiji 3 Kg Meledak, Satu Keluarga Terbakar

LUKA BAKAR. Ng Kui Lang salah seorang korban luka bakar dibawa ke RSUD dr. Rubini Mempawah, Senin (29/11) malam. ARI SANDY

eQuator.co.id – Mempawah-RK. Satu keluarga warga RT.04/RW.02 Desa Sengkubang, Mempawah Hilir menderita luka bakar, setelah tabung gas elpiji 3 Kg meledak di rumahnya, Senin (29/11) pukul 18.00.

Ledakan yang mengeluarkan api itu tidak hanya membakar empat orang penghuni rumah. Tetapi juga memporak-porandakan bangunan dan seisi rumah.

Keempat korban yang menderita luka bakar bernama Cung Kong Min, 64 dan istrinya Ng Kui Lang, 62 serta anaknya Aliang, 34, dan Cam Tjue Ha tetangganya yang berniat menolong korban, namun ikut terbakar. Keempat korban menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Bahkan hampir 80 persen tubuhnya terbakar. Saat ini para korban dirujuk ke Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak.

Kepada sejumlah wartawan, Aliang menceritakan musibah yang dialaminya dan kedua orangtuanya. Bermula dari salah satu tabung gas elpiji 3 Kg di dapur rumahnya bocor. Ayahnya menutup tabung tersebut dengan kain basah. Kemudian mengganti dengan tabung gas baru.

“Setelah ayah mengganti dengan tabung gas yang baru, kemudian menghidupkan kompor gas. Secara tiba-tiba langsung terjadi ledakan yang sangat luar biasa, hingga membuat kami panik,” ungkap Aliang.

Saat itu dia dan ibunya berada tak jauh dari ayahnya. Ketiganya tak dapat mengelakan ledakan, hingga tubuh mereka terbakar. “Semua berlangsung cepat dan tak diduga,” keluhnya.

Salah seorang saksi mata, Subandio, 40 yang juga tetangga korban mengaku terperanjat mendengar suara ledakan ketika hendak mandi. Bahkan ledakan itu menggetarkan rumahnya yang berjarak 40 meter dari kediaman korban.

“Awalnya saya mau mandi, tapi tiba-tiba dengar suara ledakan dan juga menggetarkan rumah. Lantas saya langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi,” ucap Subandio.

Anggota DPRD Mempawah ini tak mengira sumber ledakan yang terdengar begitu keras tersebut dari tabung elpiji 3 Kg. Dia malah mengira ada mobil yang menabrak rumah yang turut diiringi suara minta tolong.

“Karena terdengar suara riuh minta tolong. Ketika saya keluar melihat keempat korban terbakar dengan api yang masih menyala di badannya, saya bergegas menolong bersama warga dengan menyiramkan air ke tubuh mereka,” tutur Subandio.

Kejadian tersebut tak berlangsung lama. Warga berhasil memadamkan api yang membakar tubuh Cung Kong Min, Ng Kui Lang, Aliang dan Cam Tjue Ha. Keempat korban dibawa warga ke RSUD dr Rubini Mempawah menggunakan ambulance milik paman Subandio.

Tim medis RSUD dr Rubini Mempawah cukup tanggap. Meskipun akhirnya keempat korban harus dirujuk ke Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak.

Subandio menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menangani tabung gas di rumahnya. Jika tercium bau gas yang menyengat, harus mengecek kembali kondisi tali dan gas itu sendiri. Jika bocor jangan digunakan, karena berbahaya untuk keselamatan.

“Atas kejadian ini, saya secara pribadi merasa prihatin. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi kepada siapa pun,” harapnya.

Sementara jajaran Polsek Mempawah hilir masih menyelidiki penyebab pasti munculnya api dari tabung gas tersebut. Kapolsek Ipda Salahudin juga mengaku prihatin atas insiden ledakan tersebut. “Anggota kita sudah ke TKP untuk melakukan penyelidikan,” kata Ipda Salahudin. (sky)