Sutarmidji Tawarkan Pendidikan Berbasis Internet di Kapuas Hulu

63
Calon Gubernur Kalbar nomor urut tiga Sutarmidji. (Kang Enchus for Equator)
Calon Gubernur Kalbar nomor urut tiga Sutarmidji. (Kang Enchus for Equator)

Equator.co.id-PONTIANAK – Cagub Kalbar nomor urut 3, Sutarmidji mengaku akan mengembangkan pendidikan berbasis internet di Kabupaten Kapuas Hulu dan pedalaman lainnya, jika ia terpilih nantinya.

Hal itu dilakukan, menurutnya karena melihat angka putus sekolah di Kapuas Hulu perlu penanganan khusus, walaupun dikatakannya dari segi kesehatan Pemda setempat sudah semakin baik.

“Saya bolak balik dari Putusibbau, turun ke Silat Hulu dan Silat Hilir baru ke Sintang, jadi seluruh kawasan telah kita pahami, di Kapuas Hulu hampir semua kecamatan sudah didatangi. Mudah-mudahan kita mampu melakukan perubahan disana secara mendasar, harus ada perubahan mendasar di Kapuas Hulu dan sinergi pemprov, pemkab dan pusat menjadi kunci dalan penataan yang bukan hanya di Kapuas Hulu namun semua,” ungkap Sutarmidji, Kamis (5/4).

Hanya saja, jika tidak ada keharmonisan Pemprov, Pemkab dan Pemerintah Pusat, apapun yang diperbuat akan sulit dapat capaian yang maksimal karena banyak hambatan.
Ia mengatakan, hambatan di birokrasi lebih besar pengaruh negatifnya daripada pengaruh ril di lapangan.

“Saya tawarkan memperkuat jaringan komunikasi antar daerah terutama daerah yang sulit dijangkau, jika membangun ruang belajar tidak efisien maka akan dibuat model pembelajaran media elektronik, kita siapkan guru kelas masing-masing, anak tidak perlu sekolah di sekolah formal, cukup dirumah dengan satu laptop, infokus serta jaringan internet yang bagus,” katanya.

Bahan mengajarnya, kata dia, diambil dari internet yang sama dengan materi di kelas, termasuk silabus dan kurikulum dan ia yakin anak-anak akan lebih pintar.
Lalu untuk tamatan jurusan keguruan pendidikan, menurutnya bisa dikontrak untuk menjadi guru kelas. “Itulah solusi untuk menyelesaikan pendidikan garis terdepan atau guru garis depan,” terangnya.

Ketika jaringan internet bagus, kata Bang Midji, sapaan akrabnya, masyarakat akan mudah mengakses informasi secara nasional maupun lokal sehingga bisa mengikuti perkembangan yang terjadi dengan cepat, dan akan berdampak disisi ekonomi ataupun lain-lain.

“Kalau anggaran ini lebih murah, kita hanya tinggal kontrak guru dan bisa belajar dirumah masyarakat, bahkan boleh dialam, taman, yang terpenting saat ujian baik. Terpenting adalah terdaftar, terprogram, dan saya rasa itu bisa serta solusi yang rasional bagi daerah Kalbar yang sangat luas,” jelasnya.

Untuk metode sekolah itu bisa keseluruhan namun minimal SD dan SMP, kalau sekolah asrama hanya bisa untuk SMA dan itupun terbatas. “Saya rasa perusahaan telekomunikasi mau saja untuk membangun tower, minimal satu kecamatan ada dua titik dan telah bisa menjangkau semua,” tuturnya.

Ia juga akan mendorong adanya SMK agar anak yang menempuh pendidikan SMK, sehingga kemampuan yang didapat bisa diterapkan untuk membangun desanya. (Maulid / rls).