Surabaya Bersaing Inovatif dalam Startup Competition

eQuator – Surabaya-RK. Tidak hanya diisi oleh penandatanganan MoU serta pengenalan apa itu CoAssets, ajang EPIC (East Java Province Investing, Crowdfunding, & Conference) di JW Marriott Surabaya, selama dua hari (7–8 Desember) lalu juga diisi oleh Startup Competition.

Dalam ajang ini, belasan calon usahawan muda berebut menjadi yang terbaik. Inovasi terbaru dalam berbagai bidang sukses mereka presentasikan di hadapan juri dan ratusan pengunjung. Bidang bisnis yang ditawarkan pun cukup heterogen. Mulai dari kuliner, fashion, agen perjalanan, promosi, hingga alat pengaman kendaraan. Waktu 10 menit yang diberikan panitia tidak disia-siakan.

Adalah Samsul Qomar yang berhasil menjadi juara pertama dalam ajang yang memberikan hadiah total puluhan juta rupiah itu. Founder agendakota.com tersebut meraih posisi terbaik setelah meyakinkan bahwa dunia promosi event mampu menjadi bisnis menjanjikan di masa mendatang.

Berangkat dari mempromosikan event-event di Surabaya, arek suroboyo itu melebarkan sayap dengan mempromosikan event-event di kota besar lainnya. Seperti, Jakarta, Jogjakarta, Bali, Bandung hingga Medan.

“Menjadi wirausahawan adalah mimpi sejak kecil. Makanya ketika hal itu terwujud dan mendapat support penuh saya jadi bersemangat,” katanya. “Dengan kemenangan ini saya semakin terpacu membesarkan bisnis ini. Bahkan mau bikin presentasi yang bagus terus mengajukan calon investor ke CoAssets,” ulasnya.

Juara kedua dalam ajang tersebut adalah DSS. Sebuah perusahaan rumahan yang memproduksi alat pengaman sepeda motor. Bisnis tersebut berkembang seiring tumbuhnya industri roda dua di Indonesia.

Menurut CEO CoAssets Indonesia Fernanda Reza, dirinya memang sengaja memfasilitasi calon usahawan itu untuk mendapat panggung di kancah bisnis, tidak hanya nasional tetapi internasional. ”Dengan presentasi dan perencanaan bisnis yang baik, saya yakin mereka mampu menarik perhatian investor dalam dan luar negeri,” katanya.

Dengan membesarkan calon usahawan, Reza berharap jumlah entrepreneur di Indonesia meningkat. Sehingga dengan demikian otomatis akan mampu menyerap banyak tenaga kerja di multisektoral.

”Alasan itu pula yang menjadi dasar bagi kami menjalin kerja sama dan MoU dengan Universitas Ciputra Surabaya dan IEU untuk mewadahi mahasiswa yang akan startup bisnis,” paparnya. (jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.