SPN Pindah ke Singkawang

SPN Pindah ke Singkawang

PRESENTASI. Suasana presentasi mengenai rencana pembangunan SPN Polda Kalbar di Kota Singkawang, bertempat di Ruang Balairungsari DPRD Kalbar, Selasa (15/1). Rizka Nanda-RK

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Polda Kalbar bangun Sekolah Polisi Negara (SPN) di Kota Singkawang. Terkait proyek ini, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono menyampaikan presentasi di Ruang Balairungsari DPRD Kalbar, Selasa (15/1).

Kapolda menuturkan, pembangunan SPN di Kalbar ini tentunya menarik perhatian semua. Karena setiap tahun akan dilakukan rekrutmen. Serta dilakukan pendidikan pengembangan baik secara umum maupun spesifikasi. “Salah satu alasan kenapa SPN yang selama ini ada di Pontianak luas untuk kegiatan tidak sampai 1 hektare,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, ada beberapa hal yang melatarbelakangi pihaknya akan memindahkan SPN di Pontianak ke Singkawang. Pertama, lokasi SPN saat ini berada di tengah kota. Sehingga dinilai tidak layak atau tidak pantas untuk dilakukan pelatihan lagi. “SPN ini kan untuk pendidikan pembentukan karakter mental dan jiwa dari sipil ke polisi,” jelasnya.

Kedua, luas lahan SPN di Pontianak yang sudah tidak efektif dan efisien. Sedangkan lahan yang disediakan Pemkot Singkawang seluas 40 hektare. Ketiga, tentang pengembangan SDM yang profesional. Sentral pendidikan dan pelatihan Polri dapat dilaksanakan di sana. Unsur Pemkot juga bisa menggunakan lahan untuk latihan. “Dan sebagai ikon di Kalbar. Kita nanti akan merapatkan model dan bentuknya bagaimana. Struktur organisasi di bawah Polda secara fungsional di bawah Polri,” jelasnya.

Didi mengatakan, tujuan SPN di Singkawang ini dimaksudkan untuk melakukan persatuan persepsi visi misi dalam pembangunan. Ada 3 komponen fasilitas. Yaitu utama, pendukung dan latihan.

“Kalau kita jumlahkan semua kurang lebih ada 30 pembangunan di tahap pertama. 11 fasilitas utama. 12 fasiltas pendukung termasuk rumah ibadah serta 3 fasilitas latihan,” terang Didi.

Letaknya tepat di Singkawang Selatan. Dengan jarak tempuh kurang lebih 2 kilo dari pusat kota. Kondisi lahan terdiri dari semak belukar, rumput liar, dengan ketinggian kurang lebih setengah meter. Sebagai langkah awal pembangunan sudah ada beberapa hal yang sudah Polda Kalbar lakukan.

“Pertama pekerjaan jalan masuk, kemudian pembangunan gapura, pembersihan lahan dari polres Singkawang dan Pemkot kurang lebih 6 hektare. Sudah dilakukan pembangunan pintu gerbang,” sebutnya.

Sedangkan untuk, tipelogi model pembangunan tetap merujuk ke model Mabes Polri. Namun model luar sesuai dengan kearifan lokal wilayah masing-masing. Pada tahap awal dapat menampung  kurang lebih 320 orang siswa ditambah 160 peserta pelatihan pendidikan pengembangan spesifikasi.

“Begitu juga fasilitas pendukung. Kalau kita lihat apa yang kami sampaikan tadi. Kurang lebih ada luasan yang kita dapat manfaatkan dari 40 hektar itu adalah 8,7 hektar,” tuturnta.

“Ini untuk tahap pertama. Ada dua tahap apabila selesai tahap 1 SPN yang di Pontianak akan dipindahkan ke Singkawang. Kebutuhan biayanya Rp 155,268,047,000,” timpal Didi.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmdiji mendukung pembangunan SPN ini. Karena pembangunan ini dianggap bisa menjadi contoh untuk SPN yang ada di Indonesia.

“Sehingga Kalbar diuntungkan dari sektor ekonomi. Seperti Jatinangor, kita juga harus buat seperti itu. Supaya bisa maju bersama,” paparnya.

Midji menegaskan, Pemprov akan terus mendukung pembangunan ini. Sepanjang pembangunan sesuai dengan aturan. Bahkan ia berharap pada tahun 2020 seluruh siswa yang ada di Pontianak sudah bisa pindah ke sana. “Pelaku usaha harus mensupport juga. Jangan asal saja,” pesan Midji.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menganggap terpilihnya daerah yang dipimpinnya sebagai tempat dibangunnya SPN merupakan suatu jodoh yang baik antara Pemprov dan Pemkot.

“Apa yang saya sampaikan dapat respon positif menyerahkan lahan seluas 40 hektare. Kalau sebelumnya lahan di

Mempawah akhirnya kita dapatkan,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan SPN ini akan menjadi multiplayer efek bagi kota Singkawang. Karena sangat strategis sebagai daerah yang juga dekat dengan perbatasan Kuching, Malaysia. “Untuk lahan sudah clear,” tegas dia.

Untuk bantuan anggaran, sesuai dengan aturan tentang hibah dan Bansos Permendagri Nomor 13 Tahun 2018. Bahwa Pemkot Singkawang boleh menganggarkan pembangunan ini karena berada di wilayahnya sendiri.

“Kami akan anggarkan tahun pertama pembangunan gerbang 200 juta dan seterusnya akan dianggarkan untuk pembangunan SPN. Dari seluruh kabupaten kota juga. Tidak masalah bagi kami untuk kota Singkawang,” pungkasnya.

 

Laporan: Rizka Nanda

Editor: Arman Hairiadi