
eQuator.co.id-Pontianak. Manager Marketing Astra Motor Kalbar, Chrystian David, menegaskan bahwa edukasi kepada komunitas merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan lalu lintas.
“Kami percaya komunitas memiliki daya sebar yang kuat. Ketika para anggotanya memahami cara berkendara aman dan mampu memprediksi bahaya, maka pesan keselamatan akan menyebar lebih luas ke masyarakat. Inilah bentuk nyata kontribusi kami dalam sinergi Bagi Negeri,” ungkap David dalam rilisnya.
Seperti kali ini, edukasi keselamatan berkendara kembali diperkuat melalui kegiatan Safety Riding bertema peningkatan kemampuan prediksi bahaya yang digelar pada (13/2) di Astra Motor Kalbar.
Kali ini kegiatan diikuti oleh komunitas motor di Pontianak. Agenda ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menanamkan budaya berkendara aman melalui kampanye #cari_aman serta semangat sinergi Bagi Negeri.
Kegiatan bertajuk “edukasi safety riding naik level dalam prediksi bahaya”, di mana peserta tidak hanya memahami aturan berkendara, tetapi juga dilatih membaca potensi risiko di jalan sebelum terjadi.
Peserra ini dipilih sebagai peserta utama karena dinilai memiliki pengaruh besar dan
mampu menjadi role model sekaligus duta keselamatan berkendara di lingkungan masing-masing.
Materi pelatihan disampaikan langsung oleh instruktur Safety Riding berpengalaman, Febri Andrian, yang memberikan pembekalan mengenai teknik scanning, positioning, hingga pengambilan keputusan cepat di situasi berisiko.
Peserta juga diajak memahami bagaimana kesalahan kecil dapat berkembang
menjadi kecelakaan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan
kemampuan penalaran yang baik dalam menganalisis berbagai skenario bahaya, bahkan mampu mengidentifikasi risiko sebelum instruktur menjelaskan jawabannya.
Hal ini menunjukkan bahwa komunitas memiliki kesiapan untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara di jalan raya.
Melalui kegiatan ini, Astra Motor Kalbar berharap komunitas motor dapat terus menjadi agen perubahan yang menularkan perilaku berkendara aman kepada masyarakat luas.
Dengan meningkatnya kemampuan prediksi bahaya serta komitmen terhadap kampanye #cari_aman, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan dan tercipta budaya berkendara yang lebih selamat, nyaman, dan bertanggung jawab di Kalbar. (Ova)
